Sharianews | Murabahah dan Penerapannya Zaman Now
Kamis, 18 Oktober 2018 / 08 Ṣafar 1440

Murabahah dan Penerapannya Zaman Now

Jumat, 24 Agustus 2018 10:08
Murabahah dan Penerapannya Zaman Now
Foto: Dakwahkendari.com

Sebagai kontrak jual-beli, Murabahah dapat diterapkan ke dalam berbagai transaksi. Berikut ini penerapan Murabah dalam ekonomi syariah zaman now.

Sebagai kontrak jual-beli, Murabahah dapat diterapkan ke dalam berbagai transaksi. Berikut ini penerapan Murabah dalam ekonomi syariah zaman now.

Murabahah adalah jual-beli tegaskan untung. Murabahah adalah kontrak jual-beli di mana penjual menyebutkan harga pokok perolehan dari supplier kemudian menyebutkan keuntungan yang diambilnya.

Rukun dan syarat Murabahah sama dengan rukun dan syarat pada jual-beli. Ada penjual, pembeli, objek jual-beli (termasuk harga), ijab-qabul (termasuk penyebutan jumlah keuntungan yang diambil).

Cara bayar dalam Murabahah juga sama dengan cara bayar dalam jual-beli, yakni boleh dilakukan dengan kontan, tempo, maupun secara angsuran.

Akad Murabahah ini dipergunakan dalam transaksi dengan objek ‘ayn (sesuatu yang bisa dilihat atau barang).

Murabahah wal Wakalah

Murabahah bisa diterapkan dengan menggunakan skema Wakalah atau bisa tanpa Wakalah. Kedua skema ini sama-sama sesuai Syariah, hanya selera bisnis saja.

Wakalah adalah perwakilan atau kuasa beli. Contoh sederhananya adalah si A minta si B membelikan bakso yang dijual oleh C. Pada saat si B beli bakso dari C, maka si B merupakan representasi dari si A karena si B adalah wakilnya si A.

Penerapan di Bank Syariah

Ada beberapa fungsi dan penerapan Murabahah di Bank Syariah. Di antaranya adalah Murabahah kepemilikan rumah, Murabahah kepemilikan kendaraan, serta Murabahah untuk keperluan konsumtif lainnya.

Ada sebagian Bank Syariah yang menggunakan Wakalah, ada sebagian lagi yang tanpa Wakalah. Keduanya sama-sama sesuai Syariah.

Jika Bank Syariah menggunakan Wakalah, maka alurnya adalah Bank Syariah memberikan kuasa beli kepada nasabah untuk membelikan rumah dari developer. Selanjutnya Bank Syariah menjual rumah itu kepada nasabah.

Murabahah wal Wakalah ini menyebabkan terjadi pembenaran yang benar atas fakta AJB (Akta Jual-Beli) adalah antara nasabah dengan developer. Balik nama juga bisa dari developer kepada nasabah. Pencairan bisa ke rekening nasabah.

Jika Bank Syariah tidak menggunakan wakalah, maka alurnya adalah Bank Syariah beli rumah dari developer kemudian Bank Syariah menjual rumah itu kepada nasabah.

Pada skema jual-beli, transfer-mentransfer itu bukan rukun akad. Balik nama juga bukan rukun akad. Pencairan dari mana ke mana juga bukan merupakan rukun akad. Silahkan atur saja sesuai kondisi terbaik.

Murabahah Mu'allaq

Murabahah Mu'allaq atau Murabahah lil Amir bisy Syira adalah jenis akad dengan skema nasabah minta agar dibelikan oleh Bank Syariah berupa barang dari supplier atau developer, kemudian nasabah menyatakan akan memberikan marjin kepada Bank Syariah.

Berkas tanda tangan bisa dijadikan satu dalam satu kontrak. Qabdh atau serah terima barang terjadi pada saat wakalah benar-benar dilakukan.

Demikian tentang Murabahah dan penerapannya dalam dunia ekonomi syariah zaman now. (*)

Ustadz Ahmad Ifham S



KOMENTAR

Login untuk komentar