Sabtu, 6 Maret 2021
23 Rajab 1442 H
Home / Ekbis / Mulya E. Siregar: Keuangan Syariah Indonesia Jadi Perhatian Dunia
FOTO | Dok. sharianews.com
Perkembangan ekonomi syariah global sudah sangat pesat. Posisi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia pun sudah menjadi perhatian dunia.

Sharianews.com, Jakarta. Posisi pengembangan keuangan Islam Indonesia sebenarnya sudah menjadi perhatian dunia. Berkaca pada data statistik yang dilansir dari  Thomson Reuters 2016, posisi Indonesia berada di urutan ke-9 negara-negara pemain global industri keuangan syariah.

Namun dua tahun kemudian, Indonesia sudah naik dua peringkat ke posisi ke-7. “Ini menandakan ada suatu peningkatan yang signifikans,”ujar Mulya E. Siregar, Komisaris Utama PT Bank Syariah Mandiri, dalam kesempatan wawancara dengan sharianews.com belum lama ini.

Menurut Mulya E. Siregar, perkembangan keuangan Islam secara global saat ini sudah sangat baik. Antara lain ditandai dengan banyaknya lembaga-lembaga internasional yang memiliki perhatian pada perkembangan ekonomi Islam global.

Selain Thomson Reuters di Amereka, ada DinarStandard di Dubai, juga ada The Global Islamic Finance Forum (GIFF), dan Global Islamic Finance Awards (GIFA), yang setiap dua tahunan sekali merilis data-data perkembangan baru ekonomi Islam global di semua aspek. Mulai dari industri keuangan syariah serta gaya hidup halal atau halal lifestyle yang meliputi fashion, kosmetik dan kecantikan, pariwisata halal dan hotel, hingga makanan dan minuman.  

Menurut Mulya E. Siregar ternyata, apa yang Indonesia lakukan dalam mengembangkan keuangan Islam menjadi perhatian lembaga keuangan internasional, terutama  The International Monetary Fund (IMF), World Bank Group (WBG), dan Islamic Development Bank (IDB).

“Di dalam sidang IMF-WBG Annual Meetings 2018 (AM 2018), yang telah berlangusung di Nusa Dua, Bali ada tiga sesi yang secara khusus membahas Islamic finance. Ini menggambarkan bahwa lembaga-lemgaga keuangan dunia sudah memiliki perhatian terhadap ekonomi syariah,”ujar Mulya.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Islamic Development Bank (IDB), World Bank, PBB, dan UNDP pada IMF-WBG Annual Meetings (AM 2018) antara lain menggelar High Level Discussion, terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Selain itu, juga digelar peluncuran Waqf Core Principle, yang diharapkan mampu menjadi rujukan seluruh dunia, khususnya praktisi ekonomi Syariah dunia dalam pengelolaan wakaf.

“Ini adalah untuk kali pertama sebuah lembaga dunia, sekaliber IMF   membahas Islamic economic and  finance. Ini merupakan sejarah baru bagi dunia. Mudah-mudahan setelah ini perhatian dunia terhadap Islamic economice and finance di dunia dan khususnya di Indonesia akan lebih besar lagi,”ujar Mulya.

Peran media digital berbasis syariah

Untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, Mulya juga mengatakan pentingnya peran media. Menurutnya, lewat media informasi-informasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah bisa ketahui oleh masyarakat luas.

“Saat ini selain media tulis (cetak-red) yang sudah mapan, juga mulai berkembang media daring atau digital dengan intensitas yang lebih cepat dalam menyajikan informasi dan berita, sehingga bisa diakses kapan dan di mana saja,"ujarnya.

Ia berharap media digital seperti halnya sharianews.com juga bisa menyampaian pesan-pesan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah lebih cepat dan akurat. 

Sebab menurutnya, salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia adalah adanya media.

Itu mengapa, ia beharap kemuculan media digital yang fokus pada pengembangan ekonomi syariah dapat membawa pesan-pesan berdasarkan data yang akurat dan dapat dipercaya.     

 “Saya berharap sharianews.com dapat bertahan lama. Bisa secara kontinyu seiring-sejalan dengan kehadiran lembaga-lembaga keuangan syariah untuk berbagai informasi dan pengetahuin lebih lengkap tentang perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dan dunia,”kata Mula E. Siregar mengakhiri percakapan dengan sharianews.com (*)

Ahmad Kholil