Rabu, 21 Agustus 2019
20 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Ziswaf / MUI: Wakaf Tunai Hukumnya Boleh Sesuai Fatwa
Badan Wakaf Indonesia sedang menggelar Kajian Forum Wakaf di kantornya. (Foto/dok)bwi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang wakaf uang untuk pembelian surat berharga, di antaranya untuk pembelian saham.

Sharianews.com, Jakarta Umat Muslim dapat menggunakan hartanya untuk wakaf saham sebagai instrumen untuk beribadah, selain wakaf tanah yang selama ini dilakukan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang wakaf uang untuk pembelian surat berharga, di antaranya untuk pembelian saham.

Demikian disampaikan Badan Pelaksana Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) Mohammad Bagus Teguh dalam acara Forum Kajian Wakaf, di Kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Jakarta, belum lama ini.

Acara dibuka Ketua BWI, Prof Muhammad Nuh yang juga ketua Dewan Pers. Pembicara lainnya, Dosen Fakultas Universitas Padjajaran, Helza Novalita, Kepala Bidang Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan, Arief Nahfied, dan lainnya.

Menurut Teguh, wakaf uang (waaf al-nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.

“Jadi wakaf uang hukumnya jawaz (dibolehkan) dan ini sesuai dengan fatwa MUI. Wakaf uang bisa dalam bentuk surat berharga, atau saham. Umat muslim yang mewakafkan uang dalam bentuk saham atau surat berharga akan mendapatkan pahala dari Allah Swt,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, sejauh wakaf uang itu dilakukan secara syariah maka dibolehkan. Wakaf yang tidak dibolehkan adalah wakaf uang yang tidak sesuai syariah, misalnya, wakaf uang untuk pembelian saham perusahaan yang menjual barang yang nonhalal.

“Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’iy (syariah). Selain itu, nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestarian, tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan,” ucap Teguh.

Ia mengakui selama ini umat Muslim hanya mengenal wakaf tanah. Karenanya, diperlukan sosialisasi yang kontinyu oleh BWI, bahwa wakaf juga bisa berupa uang untuk pembelian surat berharga. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo