Sabtu, 4 April 2020
11 Sha‘ban 1441 H
Home / Lifestyle / MUI Serukan Salat Gaib untuk Jenazah Korban Corona
FOTO I Dok. pexels.com
MUI memberikan tiga rekomendasi terkait wabah corona.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kasus positif virus Corona (Covid-19) di wilayah Indonesia terus bertambah. Data terbaru yang disampaikan pemerintah, Minggu (22/3), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 514.

Dari jumlah kasus tersebut, 48 orang di antaranya meninggal dunia dan 29 orang dinyatakan sembuh. Dari 514 orang, sebagian besar penularan masih berada di Jakarta dan sekitarnya. Seiring dengan belum terkendalinya penyebaran covid-19 dan bertambahnya jumlah korban covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk melakukan tiga hal. Salah satunya adalah melaksanakan salat gaib bagi korban yang meninggal dunia.

Pertama, melakukan qunut nazilah di setiap shalat fardu agar terhindar dari wabah dan berdoa agar wabah segera sirna.

Kedua, melakukan salat gaib bagi umat Islam yang wafat akibat Covid-19 dan mendoakannya. Salat gaib bisa dilaksanakan di rumah masing-masing, baik berjemaah maupun sendiri-sendiri,” jelas Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh, di Jakarta, Minggu (22/3).

Ketiga, pengurusan jenazah (tajhiz al-janaiz) mengikuti ketentuan fatwa MUI Nomor 14/2020. Fatwa tersebut berbunyi "Pengurusan jenazah (tajhiz janazah) terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk mensalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19.”

Sebelumnya, MUI telah memberikan tiga rekomendasi terkait penanganan wabah virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Salah satunya, MUI meminta pemerintah untuk melakukan pembatasan keluar atau masuknya barang ke Indonesia.

Pemerintah diminta melakukan pembatasan super ketat terhadap keluar-masuknya orang dan barang ke dan dari Indonesia kecuali petugas medis dan impor barang kebutuhan pokok serta keperluan emergency. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: