Selasa, 25 Januari 2022
22 Jumada al-akhirah 1443 H
Home / Lifestyle / MUI: Pengurusan Jenazah Covid-19 Sesuai Syar’i adalah Hak yang Harus Dipenuhi
Foto dok. Istimewa
Beberapa kasus terjadi, hak-hak jenazah tidak diberikan dengan alasan kesulitan.

Sharianews.com, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pengurusan jenazah (tajhiz janazah) muslim yang terpapar Covid-19 secara syari’ adalah hak yang harus dipenuhi.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh mengungkapkan beberapa kasus terjadi, hak-hak jenazah tidak diberikan dengan alasan kesulitan. Maka dari itu ada pemberian panduan pengurusan jenazah (tajhiz janaiz) dalam fatwa terbaru MUI mengenai Covid-19, terutama fatwa no.18.

Atas dasar inilah, MUI mengeluarkan Fatwa no. 18 Tahun 2020 Majelis Ulama Indonesia tentang pedoman tajhiz janaiz muslim yang terinfeksi Covid-19.

Terdapat dua poin penting dalam fatwa tersebut yaitu aspek pertama memastikan pemenuhan hak-hak jenazah seperti dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dikuburkan.

“Jenazah terpapar Covid-19 ini tergolong syahid akhirah, yakni syahid yang Allah SWT memberikan surga di akhirat tapi dalam kehidupan dunianya hak-hak pengurusan jenazahnya harus tetap ditunaikan,” papar Ni’am, dalam webinar belum lama ini..

Namun ketika ada kekhawatiran saat membuka pakaian justru memberi potensi penularan, maka memandikan tanpa membuka pakaian pun diperbolehkan. Dalam beberapa kasus jenazah juga boleh di tayamumkan.

“Bukan dengan cara menggelundungkan tapi cukup mengusap wajah dan tangan. Ini disesuaikan jika memang tidak memungkinkan untuk dimandikan,” imbuhnya.

Asrorun menjelaskan, sedangkan aspek kedua adalah pemberian perlindungan kepada masyarakat lain yang dalam kondisi normal agar tidak terpapar virusnya. Seperti jika kasus pihak keluarga jenazah ingin ikut mengurus jenazah, maka hal ini diperbolehkan namun tetap menekankan kepada kewajiban menjalankan protokol kesehatan agar keluarga juga tidak terpapar virus Covid-19.

“Jika keluarga mau ikut mensalatkan jangan dilarang, asal protokol kesehatan sudah terpenuhi,” pungkas dia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman