Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Lifestyle / MUI Pantau Program Televisi Selama Ramadan
FOTO | Dok. Ahmad Arif Sharianews.com
Pemantauan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendukung lembaga penyiaran dalam mewujudkan siaran yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Sharianews.com,Jakarta ~ Sebagai agenda rutin tahunan, Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Informasi dan Komunikasi akan memantau program tayangan televisi selama bulan Ramadan.

Pemantauan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendukung lembaga penyiaran dalam mewujudkan siaran yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Demikian yang diungkapkan Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Asrori S Karni kepada awak media, Minggu (12/5).

“Program ini upaya MUI mengawasi penyelenggaraan penyiaran selama Ramadan. Apakah konten bertentangan dengan regulasi, norma agama, dan sosial masyarakat,” ucap Asrori.

Lebih lanjut ia memaparkan, program tahunan ini difungsikan untuk mencegah program-program yang bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan, bohong, menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Selain itu juga mencegah program yang menonjolkan pertentangan suku, agama, ras, dan antargolongan. Kemudian memperolokkan, merendahkan, melecehkan atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, serta merusak hubungan internasional.

“Di antara panduan normatif pemantauan adalah Undang-Undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, dan Pedoman Perilaku Penyiaran, dan Standar Program Siaran (P3SPS), serta Fatwa MUI No 287 Tahun 2001 Tentang Pornografi dan Porno Aksi,” imbuh Asrori.

Untuk itu adanya pemantauan diharapkan televisi-televisi nasional mendukung terciptanya suasana khusuk bagi umat Islam menjalankan ibadah Ramadan.

“Tentu kita ingin bersama-sama menghadirkan tayangan mendidik, yang tidak sekadar tontonan tetapi sekaligus menjadi tuntunan, dan mendukung kualitas beribadah kita lebih baik,” tutur ketua Infokom.

Edy Kuscahyanto selaku Sekretaris Komisi Infokom menambahkan, program pemantauan selain melibatkan Infokom, juga komisi lainnya. Seperti Komisi Fatwa, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, serta Komisi Pengkajian dan Penelitian.

Pantauan dilakukan terhadap 16 stasiun televisi nasional dan lima stasiun televisi daerah. Edy menjelaskan, batas waktu pemantauan dibagi menjadi dua tahap yaitu pekan pertama Ramadan dan tahap kedua bulan puasa. 

“Tahap pertama sudah kita mulai sejak Ahad pada program tayangan sahur masing-masing televisi,” kata dia. 

Kemudian pantauan fokus pada prime time, sebelum dan sesudah berbuka yakni pukul 5 sore sampai 8 malam dan sebelum dan sesudah sahur pukul 3 sampai 5 pagi. 

Pihaknya juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan pemantauan dan mengirimkan hasil pantauannya melalui [email protected] “Hasil pantauan secara umum akan kita publikasikan melalui media,” katanya. 

Sebagai apresiasi terhadap LP yang turut memberikan tayangan terbaiknya selama Ramadan, MUI akan memberikan penghargaan melalui Anugerah Syiar Ramadhan (ASR).

Hasil pantauan selain akan disampaikan pada publik dan otoritas bidang penyiaran, yakni Komisi Penyiaran Indonesia KPI dan Kementerian Komunimasi dan Informasi, juga dijadikan pijakan untuk pemberian ASR yang diagendakan setelah Lebaran nanti bersama KPI dan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora. (*)

 

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo