Jumat, 23 April 2021
12 Ramadan 1442 H
Home / Ekbis / MUI Ingatkan Pemerintah untuk Antisipasi Persaingan Tidak Sehat di Industri Halal
Foto dok. Lukas/Pexels
Akan sangat mungkin terjadi kecurangan

Sharianews.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap agar pemerintah bersama para stakeholder mampu melakukan antisipasi agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat mengingat besarnya potensi perkembangan industri halal di Indonesia.

Ketua Umum MUI K.H. Miftachul Akhyar mengatakan dengan perkembangan yang ada, diharapkan para stakeholder, para pengamat, dan termasuk mereka yang menekuni ekonomi halal ini benar-benar melakukan peningkatan kewaspadaan.

Dalam perkara pengembangan industri halal, menurutnya, akan sangat mungkin terjadi kecurangan atau tazwir (pemalsuan) yang dilakukan oleh para oknum demi meraup keuntungan. Tak hanya itu, eksploitasi atau pemanfaatan yang dilakukan juga terlalu luas tanpa ada batasan yang jelas, dan cenderung mengikuti kepentingan.

“Untuk meraup keuntungan akhirnya ada tazwir atau pemalsuan, ini yang sedikit mengganggu kita. Eksploitasi pun termasuk kecurangan itu tadi. Ibadah saat ini sudah menjadi komoditas meraup keuntungan, dan nilai-nilai kerohaniannya berkurang,” jelas Kiai Miftah, dalam webinar Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA), Rabu (03/01).

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar mau menggunakan produk dalam negeri. Hal ini menurutnya penting untuk menimbulkan kekuasaan dan ketahanan pangan Indonesia dalam membangun industri halal di Indonesia.

“Langkah antisipasi selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengajak seluruh masyarakat konsumen untuk menggunakan produk dalam negeri, agar lebih kompetitif dan membangun pasar baru di Indonesia,” pungkas dia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman