Senin, 25 Mei 2020
03 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / MUI, Begini Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Kawasan Covid-19
Tengah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Nadjamudin Ramly (Foto dok. Sharianews)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri di kawasan Covid-19 berdasarkan dua klaster.

Sharianews.com, Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri di kawasan Covid-19 berdasarkan dua klaster.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Nadjamudin Ramly menjelaskan klaster tersebut adalah terkendali dan tidak terkendali. Bila pemegang otoritas di suatu daerah menyatakan terkendali, maka Salat Idul Fitri bisa digelar. Tetapi bila di kawasan itu dinyatakan tidak terkendali, maka Salat Idul Fitri tidak boleh digelar.

“Jadi dalam diksi fatwa kami itu tidak ada merah, kuning, dan hijau. Adanya adalah terkendali dan tidak terkendali. Siapa pemutusnya ? itu adalah pemerintah yang ada di situ,” tegasnya.

Lebih rinci, berdsarkan fatwa MUI No.28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19 tertulis ketentuan salat Idul Fitri di kawasan Covid-19 yang terbagi dalam tiga hal.

Pertama, Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, musala, atau tempat lain bagi umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Bisa juga dilaksanakan bial berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan. Seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19, dan tidak ada keluar masuk orang.

Kedua, Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Ketiga, pelaksanaan Salat Idul Fitri, baik di masji maupun di ruamh harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khotbah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman