Kamis, 4 Juni 2020
13 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Wabah Corona Saat Ramadan dan Idulfitri
Wabah virus corona dikhawatirkan masih terus berlangsung hingga bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 23 April hingga 23 Mei 2020. Sebelum hal itu terjadi, Muhammadiyah sudah mengeluarkan fatwa terkait wabah virus corona bila tidak mengalami penurunan saat Ramadan dan Idul Fitri.

Sharianews.com, Jakarta; Sejak dilaporkan ke WHO pada 31 Desember 2019, jumlah kasus virus corona (Covid-19) di dunia terus bertambah. Angka kasus virus corona di seluruh dunia hingga hari ini, Kamis (2/4/2020), terus mengalami peningkatan.

Tercatat, jumlah kasus corona hampir mencapai satu juta. Berdasarkan data Worldometers, Kamis pagi, secara global ada 934.245 kasus di seluruh dunia dengan jumlah kematian sebanyak 46.923.

Di Indonesia, sampai Rabu (1/4/2020), Indonesia melaporkan tambahan sebanyak 149 kasus baru, sehingga totalnya 1.677 kasus. Pasien sembuh diketahui bertambah 22 orang menjadi 103, dan kasus kematian menjadi 157 orang setelah adanya tambahan 22 kasus.

Wabah virus corona dikhawatirkan masih terus berlangsung hingga bulan suci Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 23 April hingga 23 Mei 2020. Sebelum hal itu terjadi, Muhammadiyah sudah mengeluarkan fatwa terkait wabah virus corona bila tidak mengalami penurunan saat Ramadan dan Idul Fitri.

“Hal ini pastinya sulit, karena bulan Ramadan merupakan bulan yang ditunggu setiap Muslim dan menjadi bulan yang istimewa untuk menyambut Hari Raya (Idulfitri),” demikian disampaikan Muahmmadiyah keterangan resminya.

Adapun beberapa pandangan Muhammadiyah tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang tersebut wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat (menggantinya di luar Ramadan).

Kedua, untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas dan menggantinya sesuai dengan tuntunan syariah (menggantinya di luar Ramadan).

Ketiga, salat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain (ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya).

Keempat, salat Idulfitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 Hijriah mendatang tersebarnya Covid-19 belum mereda, Salat Idulfitri dan seluruh rangkainnya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan.

Tetapi apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang Covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, maka dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Aldiansyah Nurrahman