Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Ekbis / Muamalah Syariah Indonesia Bahas Perbedaan Sistem Ekonomi Islam dan Barat
Foto/dok.madaniinstitute
Kegiatan ini mengupas tema perbandingan konsep antara ekonomi Islam dan barat.

Sharianews.com, Makassar ~ Madani Institute (Center for Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic Forum (MIF) dengan pembahasan Perbandingan Sistem Ekonomi Islam dan Barat.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara Dr Khaerul Akbar MEI yang merupakan alumni Program Doktor Ekonomi Islam UIN Alauddin Makassar, dengan mengupas tema perbandingan konsep antara ekonomi Islam dan barat.

Kegiatan tersebut membahas prinsip-prinsip dalam sistem ekonomi Islam, salah satunya yang didasarkan pada nilai-nilai Islam itu sendiri.

"Sistem ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada nilai-nilai Islam. Prinsip dasarnya adalah prinsip tauhid yaitu segala sesuatu diciptakan oleh Allah dengan tujuan," ucapnya di Aula Rabbani Boleuvard Makassar, Sabtu (14/7).

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas perbedaan mendasar antara prinsip dan sistem ekonomi Islam dengan barat.

"Kapitalisme itu harta dikuasai penuh oleh manusia. Sosialisme itu dikuasai oleh negara, sedangkan Islam segala harta apapun bentuknya adalah pemberian Allah yang penggunaannya diatur menurut aturan-aturan Allah," imbuhnya.

Di akhir materinya, pembina Yayasan Muamalah Syariah Indonesia ini, memaparkan manfaat yang didapatkan dalam menerapkan sistem ekonomi Islam. Pertama, nilai-nilai ekonomi Islam sangat kuat dan pelakunya tidak akan melakukan kecurangan karena sadar akan dipertanggungjawabkan.

Kedua, memperhatikan kepemilikan individu dengan batasan-batasan yang ditentukan oleh agama. Ketiga, negara merupakan institusi penting dalam perekonomian sebagai kontrol.

Keempat, memiliki sistem yang baik dalam memenuhi pemerataan melalui zakat, infak, dan sedekah. Kelima, setiap individu dalam sistem ekonomi Islam akan termotivasi untuk bekerja keras.(*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo