Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
FOTO I Dok. sharianews
Kemajuan mobile technology yang pesat tidak terlepas dari tiga faktor utama. Ketiganya dapat dipandang sebagai enabler yang memungkinkan mobile technology berfungsi dengan baik.

Sharianews.com, Pusat Kajian Ekonomika dan Bisnis Syariah (PKEBS), Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada

Kemajuan mobile technology yang pesat menawarkan beragam kemudahan baru bagi wisatawan. Tak terkecuali bagi wisatawan Muslim yang menginginkan kemudahan dan kesesuaian dengan syariah dalam perjalanan wisata mereka.

Mobile technology pada umumnya tertanam pada perangkat-perangkat portabel yang menawarkan akses instan ke informasi. Mulai dari MP3 player, e-book reader hingga smart phone dan tablet PC.

Kelebihan mobile technology terletak pada kemudahan untuk dibawa, fleksibilitas, kesederhanaan penggunaan dan kemampuan uniknya untuk berintegrasi dengan sistem teknologi lainnya.

Di samping itu, mobile technology memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas yang berbeda. Tidak hanya panggilan telepon, tetapi juga interaksi media sosial, pencatatan, perekaman audio/video, dan navigasi GPS.

Tiga Kemudahan

Sesuai namanya, mobile technology sangat tepat digunakan sebagai mitra perjalanan wisata para wisatawan. Mobile technology memungkinkan wisatawan untuk tahu lebih awal tentang destinasi yang akan mereka kunjungi. Misalnya, dengan melakukan pencarian tentang seberapa jauh infrastruktur dan pelayanan yang tersedia di lokasi wisata yang akan dikunjungi ramah terhadap keberadaan wisatawan muslim.

Mobile technology juga memungkinkan wisatawan untuk mengelola rencana perjalanan wisatanya, baik yang telah ditetapkan di awal maupun yang baru saja diputuskan. Misalnya berupa pemilihan hotel untuk akomodasi, pemilihan restoran dan menu halal untuk makanan/minuman dan pembelian tiket masuk obyek wisata. Begitu juga, web check in dan check out yang menghemat waktu para wisatawan.

Di sepanjang perjalanan, mobile technology memungkinkan wisatawan untuk tahu lebih banyak tentang hal-hal ditemuinya. Mobile technology membantu wisatawan untuk memilih arah, menentukan tempat perhentian yang dilengkapi fasilitas ibadah yang layak dan mencegah kebosanan akibat perjalanan panjang.

Di lokasi wisata, mobile technology berfungsi meningkatkan pengalaman wisata. Berbeda dengan wisatawan masa lalu, wisatawan saat ini tidak hanya berharap dapat mengunjungi lokasi-lokasi wisata, tetapi juga memperoleh pengalaman yang berkesan dan memungkinkan mereka untuk terhubung secara emosional dengan obyek wisata yang dikunjungi.

Wisatawan saat ini pada umumnya juga berharap dapat membagikan pengalaman wisata mereka secara langsung kepada orang-orang yang dianggapnya berkepentingan. Dengan mobile technology, pengalaman wisata yang demikian akan mudah untuk diwujudkan.

Tiga Faktor Utama

Kemajuan mobile technology yang pesat tidak terlepas dari tiga faktor utama. Ketiganya dapat dipandang sebagai enabler yang memungkinkan mobile technology berfungsi dengan baik.

Pertama, konektivitas internet yang semakin luas. Internet bisa diakses bahkan hingga ke lokasi-lokasi wisata yang berada di pelosok-pelosok pedesaan atau kawasan hutan. Lebih dari itu, sistem keamanan internet yang semakin kuat meyakinkan para wisatawan untuk tak ragu-ragu mengelola data pribadi dan melakukan berbagai transaksi kepariwisataan secara daring.

Kedua, sistem komputasi dan otomatisasi yang semakin canggih. Dengan sistem tersebut, pencarian dan pengumpulan data yang timbul dari interaksi timbal balik antara wisatawan dan lingkungan dapat dilakukan secara lebih efisien dan akurat. Data yang terkumpul selanjutnya dapat dianalisis dan dikirimkan dalam waktu singkat tanpa harus menggunakan kabel.

Ketiga, keberadaan artificial intelligence yang semakin cerdas. Di antara manifestasi artificial intelligence yang paling menonjol adalah chatbots.Yaitu, asisten virtual yang mampu berkomunikasi dengan manusia dan menjawab pertanyaan-pertanyaan menggunakan aplikasi obrolan.

Implikasi

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan mobile technology kepada para wisatawan harus direspon secara tepat oleh pelaku-pelaku usaha penyedia layanan wisata halal. Pelaku-pelaku usaha tersebut perlu lebih aktif mengikuti tren penggunaan mobile technology. Misalnya, dengan menyediakan portal-portal pariwisata yang menawarkan paket-paket wisata halal, meluncurkan chatbot khusus atau bahkan membangun strategi bisnis yang secara khusus didesain untuk memanfaatkan mobile technology.

Lebih jauh, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan mobile technology kepada para wisatawan harus direspon secara positif oleh pemerintah, terutama pemerintah daerah. Misalnya dengan membangun infrastruktur dan pelayanan wisata yang mendukung terwujudnya smart regions, serta menyediakan secara lengkap berbagai informasi yang relevan bagi para wisatawan halal. (*)

 

Oleh: Salim Fauzanul Ihsani