Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Ekbis / Milenial Diharapkan Garap Potensi Industri Halal
Foto dok. BNI Syariah
Milenial harus dapat menghadapi tantangan tersebut dengan bertransformasi, berinovasi, dan kolaborasi.

Sharianews.com, Jakarta - Kondisi dunia saat ini sedang bergolak, situasi tidak pasti, novel (sesuatu yang besar), dan ketidakjelasan. Oleh karena itu, milenial harus dapat menghadapi tantangan tersebut dengan bertransformasi, berinovasi, dan kolaborasi.

Untuk itu solusinya, menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, adalah dengan cara memanfaatkan besarnya potensi industri halal di Indonesia. Ia berharap generasi milenial bisa ikut aktif menggarap potensi ini, salah satunya dengan menjadi enterpreneur.

Dalam membangun bisnis, milenial harus memiliki starter pack diantaranya niat yang baik, produk yang bermanfaat, kolaborasi dan sinergi, fighting spirit, dan pengelolaan keuangan secara prinsip syariah. Milenial sangat dekat dengan teknologi, oleh karena itu dengan adanya tren industri 4.0, pebisnis juga harus mengoptimalkan teknologi dan digitalisasi untuk berkembang.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan ekonomi syariah menjunjung transparansi dan mengandung empat prinsip yaitu halal, berkah, bernilai tambah, serta hasanah. Hal ini yang menjadi landasan BNI Syariah dalam menjalankan kegiatan bisnis.

BNI Syariah juga ingin mengedukasi milenial mengenai perbankan syariah. Hal ini karena tingkat literasi perbankan syariah di Indonesia masyarakat masih rendah, tercermin dari Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Indonesia masing-masing 8,9 persen dan 9,1 persen.

Salah satu penyebab literasi dan inklusi keuangan syariah masih rendah karena umur perbankan syariah yang relatif masih muda yaitu baru sekitar 20 tahun.

“Untuk itu, kami berinisiatif untuk datang ke universitas dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi mengenai bisnis keuangan syariah,” ucap Firman, dalam public lecture secara daring dengan tema Peranan Perbankan Syariah untuk Pebisnis Pemula Milenial Era Industri 4.0 di Masa Pandemi Covid-19, yang digelar BNI Syariah bersama Universitas Islam As-Syafi’iyah, Selasa (06/10).

Dalam sambutannya, Direktur Komunikasi Universitas Islam As-Syafi’iyah Dedy Miing Gumelar mengatakan Universitas Islam As-Syafi’iyah merupakan salah satu universitas yang memadukan antara ilmu pengetahuan dengan agama. “Ilmu dan agama merupakan dua hal tidak bisa dipisahkan,” tambahnya.

Dalam acara ini, BNI Syariah memberikan bantuan sosial berupa beasiswa sebesar Rp100 juta bagi mahasiswa mahasiswi yang hafiz quran. Selain itu, untuk penanya terbaik BNI Syariah juga memberikan hadiah sebesar Rp2,5 juta.

Rep. Aldiansyah Nurrahman