Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Haji umrah / Meski Haji Tidak Dilaksanakan, Operasional Haji 2020 Telan Biaya Rp6,45 Miliar
Foto dok. Kemenag
Meskipun tahun 2020 tidak ada pemberangkatan ibadah haji, Kemenag tetap mengelola keuangan operasional ibadah haji.

Sharianews.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah merealisasikan anggaran operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M sebesar 89,73 persen atau senilai Rp6,45 miliar

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, meskipun tahun 2020 tidak ada pemberangkatan ibadah haji, Kemenag tetap mengelola keuangan operasional ibadah haji.

"Meskipun dalam tahun 1441H/2020M tidak terdapat pemberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi sebagaimana yang telah ditetapkan Keputusan Menag Nomor 494 Tahun 2020, namun Kemenag tetap mengelola keuangan operasional ibadah haji yang berasal dari dana nilai manfaat, dana efisiensi, dan sumber lain yang sah," jelasnya, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/11).

Hal itu, disebut Fachrul, sebagaimana yang telah disetujui DPR dalam Rapat Kerja tanggal 7 Juli 2020. Selain itu, ia menerangkan, anggaran operasional ibadah haji tahun 2020 ini diperuntukkan untuk pengadaan gelang dan pencetakan buku manasik haji.

“Meskipun pada musim haji tahun 1441H/2020M tidak ada pemberangkatan jemaah haji, namun terdapat realisasi biaya operasional haji berupa pengadaan gelang jemaah haji dan buku manasik jemaah haji,” ujarnya, dalam rapat yang digelar secara fisik dan virtual dan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ihsan Yunus.

Gelang dan buku manasik tersebut rencananya tetap akan dibagikan kepada jemaah haji untuk pemberangkatan tahun 1442H/2021M.

“Untuk gelang saat ini masih ada di vendor, sementara untuk buku manasik telah didistribusikan kepada seluruh jemaah yang semestinya berangkat di tahun ini,” pungkas dia.

Rep. Aldiansyah Nurrahman