Minggu, 20 Oktober 2019
21 Ṣafar 1441 H
Home / Lifestyle / Meski Haid Tetap Mendapat Pahala di Bulan Ramadan, Ini Caranya
Dok/Foto IDN Times
Haid bukanlah sebuah penghalang bagi perempuan untuk terus perluas wawasan.

Sharianews.com, Puasa di bulan Ramadan menjadi ibadah wajib bagi umat muslim. Sekalipun berhalangan, ia sangat diharuskan untuk mengganti di hari lain. Maka sebisa mungkin umat muslim berpuasa dalam satu bulan penuh.

Akan tetapi tidak bagi perempuan yang tengah haid, justru mereka dilarang melakukan ibadah puasa serta ibadah lainnya seperti salat, tilawah Qur’an dan lainnya. Sebab secara ilmiah, perempuan haid tengah mengeluarkan darah kotor sehingga tidak suci jika melakukan ibadah.

Namun sebagai penggantinya, perempuan haid dapat melakukan berbagai amalan lainnya. Yang dengan amalan tersebut, sisi rohani mereka tetap terjaga dan pahala pun tetap akan didapatkan.

Bersalawat dan Berzikir

Dalam kondisi hadas besar, perempuan tetap diperkenankan untuk solawat dan berzikir. Keduanya pun memiliki keutamaan yang sangat banyak. Selain sarana mendekatkan diri pada Sang Pencipta, juga menjadi jembatan terkabulnya sebuah doa.

Jenis-jenis dzikir pun ada banyak, perempuan yang sedang haid bisa mengucapkan berbagai kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan lainnya.

Pebanyak Ilmu

Haid bukanlah sebuah penghalang bagi perempuan untuk terus perluas wawasan. Wadahnya pun sangat banyak, tidak hanya melalui buku tetapi bisa juga dengan menghadiri majelis-majelis ilmu.

Dengan begitu perkara haid bukan berarti membiarkan diri untuk mengalangi kekosongan ruhiyah.

Diriwayatkan, "Sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (H.R. Ad-Dailami).

Bersedekah

Di lingkungan masyarakat, sangat banyak wadah untuk melakukan kegiatan sosial. Mulai dari hal terkecil dengan menyisihkan uang untuk diletakkan di kotak amal masjid, atau membagikan makanan untuk berbuka puasa.

Adapula hal lainnya seperti membuat kegiatan positif dan buka puasa bersama anak-anak panti asuhan, dan sebagainya.

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata, Rasulullah Saw bersabda, " Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka puasa, dia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun," (HR. At-Tirmidzi).

Terlebih Ramadan, sangat dianjurkan untuk lebih sering berbagi mengingat pahala yang ditawarkan pun dua kali lipat lebih banyak.

Mencontoh Nabi Muhammad Saw yang lebih dermawan ketika tiba bulan Ramadan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, "Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Alquran. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan,” (Muttafaq ‘Alaih).

Mendengarkan Alquran

Amalan penuh pahala bagi perempuan haid selanjutnya di bulan Ramadan ialah mendengarkan bacaan Alquran. Meski tidak diperbolehkan membaca Alquran, perempuan yang haid tetap dianjurkan untuk mendengarnya.

Hukum ini didasari hadis riwayat Ibnu Majah. Dari Aisyah Ra ia berkata, "Rasulullah Saw meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan ia membaca Alquran."

Dengan tetap mendengar Alquran, hati akan selalu terpaut pada kalam-kalam Allah. Mereka senantiasa mendapat rahmat. Ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya,

"Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A’raf:204).

Membangunkan Sahur

Membangunkan sahur dan menyiapkan makan sahur bagi orang berpuasa termasuk amalan penuh pahala bagi perempuan haid di bulan Ramadan. Sebab amalan sekecil apapun di bulan Ramadan dapat menjadi ladang pahala yang besar.

Terlebih dalam hal hal ini membangunkan orang sahur yang berarti mengajak orang untuk melaksanakan sunah Nabi Saw serta memudahkan seseorang untuk melaksanakan puasa.

Rasulullah Saw bersabda “Setiap kebaikan adalah sedekah, dan di antara bentuk kebaikan adalah kamu berjumpa saudaramu dengan wajah yang menyenangkan, dan kamu menuangkan air dari embermu ke dalam bejana milik saudaramu,” (HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Ahmad).

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Munir Abdillah