Kamis, 18 Juli 2019
16 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Keuangan / MES: Perkembangan Wakaf Asuransi Indonesia Masih Lambat
FOTO I Dok. prudentials
Sejak disahkan oleh Majelis Ulama Indonesia tahun 2016 lalu, baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang tertarik.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, populasi Muslim Indonesia menempati urutan pertama di dunia. Jumlah tersebut menjadi salah satu kekuatan untuk berkembangnya industri halal secara signifikan.

Namun, tidak demikian dengan wakaf asuransi, hingga saat ini, produk tersebut masih menempuh proses untuk mencapai perkembangannya. Sejak disahkan oleh Majelis Ulama Indonesia tahun 2016 lalu, baru sebagian kecil masyarakat Indonesia yang tertarik. Responnya baru meningkat sekitar satu atau dua tahun terakhir.

Demikian seperti yang disampaikan Muhammad Yusuf Helmy, Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) saat acara bincang menjelang buka puasa di Jakarta, Selasa (14/5).

“Sebenarnya sudah keluar dari tahun 2016. Tapi responnya baru semakin muncul satu sampai dua tahun terakhir ini. Karena baru menyadari ingin memiliki fitur yang lebih positif, komprehensif ketimbang produk asuransi yang konvensional,” ucap Helmy dihadapan awak media.

Menurut Yusuf, perlambatan ini juga disebabkan pemahaman yang berbeda di kalangan Muslim mengenai konsep syariah. Selain itu, perlambatan juga disebabkan tingkat literasi keuangan yang rendah, serta belum banyaknya korporasi yang memiliki produk atau program wakaf asuransi ini.

Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), secara umum, Indonesia memiliki potensi wakaf yang mencapai Rp180 triliun. Namun, hingga 2018 penyerapannya masih sekitar Rp400 miliar.

“Memang wakaf ini masih disosialisasikan. Bayangkan kalau jalan umum, pendidikan, keagamaan (masjid), melalui wakaf akan dapat mempercepat pembangunan ekonomi nasional,” lanjut yusuf.

Pada dasarnya, solusi perlindungan dengan alokasi dana wakaf telah tercantum dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016.

Di mana fatwa tersebut berisi wakat manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah, yang mengatur ketentuan wakaf pada asuransi jiwa syariah bagi masyarakat.

Bondan Margono, AVP Syariah Operational PT prudential Life Insurance juga menyampaikan Prudential Indonesia telah memiliki program wakaf dari PRU syariah sebagai solusi kebutuhan masyarakat.

Program itu menawarkan pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf. Sejak februari 2019, pertumbuhan month on month terbilang cukup signifikan.

“Jadi kita tidak bisa membandingkan tahun ke tahun ya, karena ini baru mulai. Kalau growth cepat sekali. Yang paling penting minatnya sekarang sangat tinggi, dalam satu bulan kita bisa lima kali seminar sosialisasi wakaf ini,” ucap Bondan.

Menurutnya, program ini dapat mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf.

Di tempat yang sama, Luskito Hambali Chief Marketing Officer Prudential Indonesia menambahkan, saat ini program wakaf barunya tersebut, baru memenuhi tiga kebutuhan.

“Program prudential yang baru launching campaign menempati tiga hal, yaitu prudential saat ini (bersifat) listening, understanding, delivering yaitu prudential mendengarkan, mengerti dan mewujudkan,” tutup Luskito. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo