Minggu, 4 Desember 2022
11 Jumada al-ula 1444 H
Home / Lifestyle / Menteri Perdagangan Tutup Pagelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST)+ 2022

Sharianews.com, Muslim Fashion Festival+ (MUFFEST+) 2022 resmi ditutup pada Sabtu, 23 April 2022 usai digelar sejak Kamis, 21 April 2022 di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berkesempatan menutup ajang tahunan MUFFEST+ yang diselenggarakan Indonesia Fashion Chamber (IFC) sejak 2016 dan tahun ini didukung oleh Kinarya Cipta Kreasi sebagai Organizer.

Mengawali seremoni penutupan MUFFEST+ 2022, Direktur Kinarya Cipta Kreasi, Windu Wijaya menyampaikan laporan bahwa total sementara jumlah pengunjung mencapai 29.200 orang yang diprediksi masih terus bertambah. “Di suasana menuju endemi Covid-19, mudah-mudahan ini berlangsung positif sehingga pemulihan ekonomi nasional yang diharapkan segera dicapai. Dan semakin banyak orang akan percaya diri mengunjungi sebuah pameran. Kesuksesan MUFFEST+ ini karena sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, seluruh stakeholder terkait yang ingin Indonesia menjadi kiblat muslim fesyen dunia,” imbuh Windu.

Di panggung penutupan MUFFEST+ 2022, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma pun menyatakan perhelatan ini sukses karena didukung oleh berbagai pihak. “MUFFEST+ 2022 dalam kondisi endemi, alhamdulillah berjalan sukses, baik dalam transaksi dan presentasi. Semoga dapat memberi inspirasi dan manfaat bagi fesyen Indonesia khususnya mode muslim sehingga event lain di dalam negeri semakin banyak karena potensi pasar Indonesia semakin besar. Dengan tagline Indonesia ingin menjadi pusat mode muslim dunia, mari kita bersama bergandengan tangan untuk memajukan fesyen muslim di Indonesia,” papar Ali Charisma.

Mendag Muhammad Lutfi mengucapkan selamat atas kesuksesan MUFFEST+ 2022 dan berharap perhelatan ini bisa menjadi batu loncatan menuju ajang Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) agar dunia melihat Indonesia dan menjadi kiblat fesyen muslim dunia.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Mendag, Indonesia memiliki populasi muslim setidaknya sebanyak 229 juta yang merupakan 12 persen dari 1,9 miliar total orang muslim di seluruh dunia. Permintaan produk halal terus mengalami kenaikan. Pada 2024, fesyen muslim diproyeksikan menyumbang sebanyak 6,04 persen industri halal global yang mencapai USD 311 miliar.

"Saat ini tren fesyen muslim sudah mengarah pada gaya hidup. Jadi Indonesia harus mengambil peluang ini karena memiliki kekuatan ragam budaya dan kearifan lokal. Oleh sebab itu, seluruh  pemangku kepentingan harus  bekerja sama mencari persamaan sehingga tercipta ekosistem fesyen  muslim dan menuju kiblat fesyen muslim dunia. Upaya ini harus didukung penunjang lainnya  seperti  akademisi untuk mendukung ekosistem dengan pendidikan karena untuk mencapai kiblat fesyen dunia tidak boleh terpaku dengan selera Indonesia, tapi juga harus universal," ungkap Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menegaskan komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan untuk terus mendukung terbentuknya ekosistem industri fesyen Indonesia. “Diharapkan sebelum 2024 kerja sama dalam mewujudkan  ekosistem  tersebut  dapat  berjalan  dalam  kebersamaan  Indonesia yang kuat,” harapnya.

Perhelatan MUFFEST+ juga berupaya memberikan kesempatan bagi pelaku usaha fesyen muslim di tanah air untuk mempresentasikan karyanya dan mengembangkan sisi bisnis melalui kegiatan fashion show, trade-expo, dan talkshow. Perhelatan MUFFEST+ tahun ketujuh dengan mengangkat tema “Muslim Fashion, Muslim Lifestyle” ini menghadirkan keragaman gaya busana kreasi lebih dari 300 desainer dan brand fesyen muslim khususnya di Indonesia.

Red Sharianews