Minggu, 26 Mei 2019
22 Ramadan 1440 H
Home / Lifestyle / Menkes: Tak Mudah Cari Vaksin MR yang Halal
FOTO | Dok. http: www.harnas.co
Diperlukan tahapan penelitian yang cukup panjang untuk bisa menemukan vaksin pengganti yang halal.

Sharianews.com, Jakarta. Pencarian alternatif vaksin Measles Rubella (MR) yang halal dan bebas dari kandungan babi masih terus dilakukan. Namun demikian, menurut Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek tidak mudah mendapatkan alternatif vaksin  MR yang halal dan bebas dari kandungan babi.

Menurutnya, diperlukan tahapan penelitian yang cukup panjang untuk bisa menemukan vaksin pengganti yang halal untuk mengganti vaksin MR yang saat ini masih digunakan.

Adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta agar pemerintah terus berusaya mencari vaksin MR yang halal dan bebas dari kandungan babi, setelah menyatakan bahwa imunisasi dengan vaksin MR tersebut 'boleh' karena adanya kondisi darurat dan belum ada vaksin halal yang bisa digunakan.

"Ini memang memerlukan satu penelitian. Kalau pendapat saya, ya ini penelitian ini bukan hanya sekedar dapat terus kita lakukan clinical trial enggak dari sebelumnya.Jadi, ada pra-praclinical trial yang harus kita lakukan. Jadi ini tidak begitu mudah untuk bisa mendapatkan,"kata Nila di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2018).

Lebih lanjut, Nila menerangkan, "Jadi bayangkan, saya saja yang awam, virus ketemu satu misalnya mau dimasukan ke tubuh kita itu kan enggak boleh bulat-bulat begitu. Malah sakit kita. Nah, itu kan punya proses,"lanjut Nila.

PT Bio Farma terus berupaya

Meski begitu, Nila mengatakan pihak PT Bio Farma selaku produsen dan penyedia vaksin sudah melakukan penelitian dan terus berupaya untuk mencari vaksin MR yang halal. Bahkan, menurutnya, perseroan tersebut telah membuat peta jalan yang melibatkan akademisi untuk membuat vaksin alternatif tersebut.

"Tidak semudah itu jadi Bio Farma sudah membuat. Dari dulu juga kita selalu, Bio Farma mencoba mencarikan untuk vaksin yang baru atau yang halal dalam hal ini,"ujarnya seraya menjelaskan, bahwa karena itu pihaknya tidak memberikan target kepada produsen vaksin soal pencarian alternatif yang halal dan bebas kandungan babi.

Terkait dengan hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto pernah mengungkapkan bahwa PT Bio Farma sebagai produsen dan penyedia vaksin di Indonesia sedang melakukan riset terkait dengan pembuatan vaksin MR halal. Perseroan tersebut juga menargetkan vaksin pencegah penyakit measless dan rubella ini bisa diproduksi pada 2024 mendatang.

"Untuk vaksin MR sendiri kita masih dalam tahap pengembangan, kalau target ya cita-cita di 2024 sudah punya juga kemandirian untuk rubella. Kalau measles kita sudah ada, sudah produksi sendiri, hanya memang rubella-nya kita masih terus kembangkan,"kata Bambang.

Untuk pembuatan vaksin ini, Bambang mengungkapkan ada tiga hal yang paling mendasar yaitu kualitas, efikasi atau khasiat, dan keamanan. Ketiga syarat ini menjadi komponen penting untuk standar kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Selanjutnya, jika sudah terbukti berkhasiat dan aman, vaksin akan diajukan untuk registrasi ke Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan serangkaian verifikasi termasuk audit untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.(*).

 

Ahmad Kholil