Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H

Menikah Penuh Berkah

Senin, 7 Januari 2019 07:01
FOTO I Dok. NU Online
"Ketika rumah tangga bermasalah, rajin-rajinlah berinfak, insyaAllah akan dikasih jalan keluar oleh Allah swt. Jadi jangan cuma berdoa aja yang banyak tapi giliran urusan infak cuma koin-koin aja (recehan)," ujar Ustaz Suhendi.

Sharianews.com, Bogor ~ Dalam Islam, menikah merupakan bagian dari penyempurnaan agama, maka seseorang yang belum menikah bisa dikatakan belum sempurna agamanya. Maka, sebaik-baiknya pernikahan yaitu ketika sejak memulainya karena Allah (Lillah) dan dalam rangka mencari keberkahan. Demikian yang disampaikan oleh Ustaz Suhendi Al Khathab, seorang konsultan keluarga Indonesia, dalam kajian pernikahan Impian yang digerakan oleh Majelis Rumah Ta'arufQu, Sabtu (5/1).

Menurut pemaparannya, untuk mencari keberkahan tersebut langkah yang terpenting untuk dilakukan adalah memperbaiki ketakwaan pada Allah SWT. Sebagaimana ketakwaan itulah yang dapat membukakan jalan keberkahan dalam sebuah pernikahan. Serta memperbaiki niat, menikah hanya karena Allah SWT. Sehingga cara-cara yang dilakukan pun harus sesuai dengan ajaran Allah. Dalam arti bukan melalui proses pacaran, melainkan melalui proses ta'aruf yang sebenarnya.

Menjemput ketakwaan itu sendiri untuk peroleh keberkahan, tutur Ustaz Suhendi, cobalah untuk memperbanyak berinfak, dalam keadaan lapang maupun sempit.

"Ketika rumah tangga bermasalah, rajin-rajinlah berinfak, insyaAllah akan dikasih jalan keluar oleh Allah swt. Jadi jangan cuma berdoa aja yang banyak tapi giliran urusan infak cuma koin-koin aja (recehan)," ujar Ustaz Suhendi.

Berkaitan tentang anjuran berinfak, disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Imran ayat 134 yang artinya “orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

Selain berinfak, menjemput ketakwaan adalah dengan menahan setiap emosinya dan selalu memaafkan kesalahan orang lain. Kedua hal tersebut, bagi sebagian orang bukanlah suatu hal yang mudah. Namun, pada dasarnya untuk memperoleh suatu kebaikan, diperlukan perjuangan, dalam hal ini yaitu melakukan kedua hal tersebut (bersabar menahan setiap emosi dan memaafkan kesalahan orang lain).

Selain cara diatas, Ustaz Suhendi juga memberikan tips menjemput kebersihan tersebut yaitu memperbanyak doa. Diantara beberapa doa, ada lima surah dalam Al-Qur'an yang harus selalu dibaca, antara lain Al-Furqon ayat 74, As- Shaffat ayat 100. Kemudian surah Ibrahim ayat 40, Al-Ahqaf ayat ke 15 dan As- Syuara ayat ke 83.(*)

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo