Minggu, 19 Januari 2020
24 Jumada al-ula 1441 H
Home / Keuangan / Mengenal Ragam Akad dalam Kartu Kredit Syariah
FOTO I Dok. dib.ae
Salah satu hal yang membedakan antara kartu kredit syariah dengan kartu kredit konvensional adalah tidak adanya bunga dalam kartu kredit syariah.

Sharianews.com, Saat ini, industri perbankan syariah tengah berkembang pesat di Indonesia. Banyaknya pilihan produk yang ditawarkan oleh bank syariah, semakin memanjakan nasabah dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk melakukan transaksi secara cashless.

Bank syariah dikenal masyarakat sebagai lembaga keuangan yang menggunakan prinsip non-riba (bunga) dalam setiap transaksi melainkan dengan prinsip bagi hasil.

Baca juga: Lelang Sukuk Negara Ditargetkan Raup Rp7 Triliun

Lantas, bagaimana jika bank syariah menerbitkan fasilitas kartu kredit untuk nasabahnya? Seperti kita ketahui, kartu kredit konvensional menerapkan bunga dan beragam ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan dan bank penerbit kartu kredit. Apa yang membedakan kartu kredit syariah dengan kartu kredit konvensional?

Salah satu hal yang membedakan antara kartu kredit syariah dengan kartu kredit konvensional adalah tidak adanya bunga dalam kartu kredit syariah, melainkan penerapan akad. Hal ini memberikan nilai lebih bagi nasabah yang menggunakannya. Terdapat beragam akad yang digunakan oleh perusahaan dan bank penerbit kartu kredit syariah, antara lain:

Qardh
Akad qardh ini berarti meminjamkan dana kepada nasabah yang memerlukan tanpa adanya imbalan. Pinjaman dana ini diberikan oleh bank melalui kartu kredit syariah kepada nasabah pemegang kartu kredit syariah melalui mesin ATM.

Ijarah
Salah satu akad yang digunakan dalam kartu kredit syariah adalah Ijarah. Ijarah adalah perjanjian (kontrak) dalam hal upah-mengupah dan sewa-menyewa. Akad ini menerapkan biaya keanggotaan (iuran tahunan) kepada nasabah pemegang kartu kredit syariah. Biaya ini dipungut sebagai bentuk imbal jasa atas layanan yang diberikan bank penerbit kartu kredit syariah.

Sharf

Fasilitas ini diberikan oleh bank syariah untuk nasabahnya yang melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan mata uang asing. Akad sharf umumnya digunakan saat nasabah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kafalah

Akad kafalah bisa diartikan sebagai penjamin transaksi atau jaminan yang diberikan penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Bank syariah selaku penerbit kartu kredit syariah, bertindak sebagai pihak penjamin dalam berbagai transaksi yang dilakukan oleh nasabahnya. Jaminan ini berlaku baik saat nasabah bertransaksi melalui merchant maupun kegiatan penarikan tunai melalui mesin ATM. (*)

Achi Hartoyo