Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Baznas
World Zakat Forum diinisiasikan pada saat Seminar Zakat International, Maret 2007 di Malaysia, kemudian pada tahun 2009 saat The International Zakat Executive Development Programme di Malaysia, Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah konferensi WZF pertama.

Sharianews.com, Dunia Islam saat ini tengah menghadapi berbagai masalah dan tantangan, baik secara eksternal maupun internal. Stigma dan stereotip buruk yang ditujukan pada apapun yang berkaitan dengan Islam, telah menyebabkan umat Muslim menjadi korban diskriminasi dan penindasan. Dari internal, di antara umat Islam sendiri masih banyak yang kurang peduli terhadap sesama Muslim lainnya yang kurang sejahtera.

Selain itu kemiskinan masih banyak ditemukan di dunia Muslim dari barat Afrika di Mauritania hingga timur di Indonesia, dari utara di Kazakhstan hingga selatan di Kepulauan Komoro. Tingkat kemiskinan yang tinggi di antara negara-negara Muslim jelas telah melemahkan posisi dunia Muslim, ditambah dengan keterbelakangan di sektor pendidikan, inferioritas dalam sains dan teknologi, kapasitas supra-struktur dan sumber daya manusia yang kurang.

Sebagai bentuk untuk merespon masalah tersebut, kehadiran zakat harus dilihat sebagai modal strategis bagi dunia Muslim untuk membebaskan diri dari ketergantungan jangka panjang dari negara-negara barat. Pemanfaatan zakat harus memiliki makna strategis untuk memperkuat ukhuwah, kolaborasi, dan solidaritas di antara bangsa-bangsa Muslim untuk mencapai maslahat.

Untuk merespon situasi ini, gerakan zakat dunia dapat mengambil peran penting untuk berkontribusi, memfasilitasi, mendistribusikan, dan memberikan bantuan bagi mereka yang bernasib buruk baik secara finansial maupun non-finansial dan secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, mekanisme zakat juga masih memerlukan perhatian serius untuk mencari solusi tepat terkait isu fikih, manajemen zakat, distribusi zakat antar negara, mekanisme kerja sama dalam praktik zakat terkait dengan masalah diplomatik, dan masalah lainnya.

Gagasan pendirian World Zakat Forum (WZF) muncul sebagai respon terhadap kebutuhan perkembangan gerakan zakat dunia. World Zakat Forum diinisiasikan pada saat Seminar Zakat International, Maret 2007 di Malaysia, kemudian pada tahun 2009 saat The International Zakat Executive Development Programme di Malaysia, Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah konferensi WZF pertama.

Pada 30 September 2010 di Yogyakarta, Indonesia, World Zakat Forum International Conference pertama kalinya diadakan dan pertama kalinya World Zakat Forum resmi didirikan. Awalnya, Forum ini hanya dihadiri oleh 9 perwakilan dari lembaga zakat internasional seperti Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Inggris, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi. Pada konferensi pertama WZF, Prof. Dr.

  1. Didin Hafidhuddin terpilih sebagai Sekretaris Jenderal pertama World Zakat Forum hingga 2013. Selanjutnya, posisi tersebut dipegang oleh Dr. Ahmad Juwaini hingga 2017. Dan saat ini Prof. Dr. Bambang Sudibyo terpilih sebagai Sekretaris

Jenderal ketiga dari WZF mulai dari Maret 2017. Selain konferensi pertamanya di Yogyakarta, World Zakat Forum juga telah menyelenggarakan konferensi di Bogor, New York, Banda Aceh, Kuala Lumpur, Jakarta dan Melaka. Pada konferensi terakhirnya di Melaka, jumlah perwakilan negara anggota WZF yang sebelumnya berjumlah 22 bertambah menjadi 32 negara. 10 negara yang baru bergabung di WZF diantaranya adalah Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana, Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin dan Sierra Leon.

Berikut adalah Negara-negara perwakilan WZF saat ini: Bangladesh, Bahrain, Bosnia-Herzegovina, Brunei Darussalam, Egypt, India, Indonesia, Yordania, Kuwait, Malaysia, Morocco, Nigeria, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Amerika, Inggris, Turki, Vietnam, Australia, Srilanka, Kazakhstan, Ghana,Maladewa, Senegal, Liberia, Togo, Benin dan Sierra Leon.

Tidak hanya perwakilan negara, di WZF juga terdapat beberapa organisasi yang menjadi associate member WZF, yakni IDB, UNICEF, Developing-8, UNDP, dan Bank Indonesia. Berikut adalah 11 resolusi konferensi WZF yang baru ini diselenggarakan pada 5-6 Desember 2018 di Melaka, Malaysia:

  1. Filosofi dan nilai-nilai inti dari zakat harus benar-benar diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
  2. Zakat harus dianggap sebagai sumber keuangan pelengkap dalam pencapaian SDGs.
  3. Peran zakat dalam memerangi kemiskinan dan memajukan inklusi sosial harus dipromosikan.
  4. WZF menyerukan kepada semua anggotanya untuk mengadopsi zakat sebagai instrumen kebijakan penting dalam pembangunan sosio-ekonomi di negara mereka masing-masing.
  5. WZF mendesak semua anggota untuk mengadopsi:
  6. “Zakat Core Principles (ZCP)” untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.
  7. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko pada Lembaga Zakat (RMZI)
  8. Prinsip-prinsip Good Amil Governance on Zakat Management (GAGZM)
  9. Semua Anggota WZF wajib transparan dan bertanggung jawab dalam menerbitkan laporan mereka kepada publik.
  10. Kerja sama dan jaringan yang lebih kuat di antara anggota WZF sangat dianjurkan.
  11. Memperkuat kapasitas Organisasi Manajemen Zakat (ZMO) di negara-negara minoritas Muslim sangat dianjurkan.
  12. Para anggota WZF menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah di Indonesia, dan welas asih kepada para korban konflik sosial seperti Rohingya,Palestina, dan komunitas serupa lainnya di dunia. WZF menyerukan tindakan kolektif untuk memulihkan dan merehabilitasi orang-orang yang terkena dampak.
  13. Konferensi menyerukan semua negara Muslim, termasuk anggota OKI, dan organisasi zakat di negara-negara minoritas Muslim untuk bergabung dengan WZF.
  14. WZF menegaskan kembali kesediaannya untuk bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam memberantas kemiskinan melalui pembiayaan campuran zakat dan sumbangan dari negara-negara berkembang.

Dengan adanya World Zakat Forum, diharapkan bisa menjadi platform untuk merumuskan solusi efektif untuk berbagai masalah dunia islam terkait: pertama, esensi utama zakat yang seharusnya tidak hanya untuk memberantas kemiskinan dan ketidakmampuan, tetapi juga untuk pemberdayaan umat; kedua, untuk meringankan kesulitan sosial-ekonomi di kalangan umat; ketiga, untuk mewujudkan kesejahteraan umat; keempat, untuk mengangkat pengaruh dunia Muslim, dan; kelima, untuk menghidupkan kembali pemuliaan Islam di berbagai aspek global.Struktur organisasi WZF:

Secretary General

Prof. Dr. Bambang Sudibyo., MBA., CA

Deputy Secretary General

Saleh Ali Alawaji, Ph.D

Elnur Salihovic, Ph.D

Abdeslam Ballaji, Ph.D

Muhammad Lawal Maidoki

Shaikh Abdurraziq Mukhtar

Muhammad Ayub Miah, Ph.D

Haji Ahmad Shukri YusoffSekretaris Eksekutif

Irfan Syauqi Beik, Ph. D. (*)

 

 

oleh: Ulfah Lathifah Junari, B.Sc (Peneliti Junior Puskas BAZNAS)