Sabtu, 4 April 2020
11 Sha‘ban 1441 H
Home / Lifestyle / Mengenal 4 Kawasan Industri Halal di Indonesia
FOTO I Dok. pexels.com
Kawasan industri halal sendiri merupakan kawasan di mana sebagian atau seluruh bagian kawasan industri dirancang dengan sistem dan fasilitas untuk mengembangkan industri menghasilkan produk-produk halal sesuai dengan sistem jaminan produk halal.

Sharianews.com, Global Islamic Economy Reports memproyeksikan potensi industri halal lifestyle secara global diproyeksikan akan terus meningkat mencapai 3,1 milyar dolar AS pada tahun 2020.

Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-10 dalam peringkat dalam indeks global ekonomi Islam sehingga ke depan Indonesia memiliki prospek yang cukup besar untuk berkembang.

Baca juga: Cara Mudah Memilih Kosmetik Halal

Namun, sangat disayangkan posisi Indonesia lebih dominan sebagai konsumen daripada berperan sebagai produsen. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah mengakselerasi pembangunan dan pengembangan kawasan industri halal di dalam negeri.

Kawasan industri halal sendiri merupakan kawasan di mana sebagian atau seluruh bagian kawasan industri dirancang dengan sistem dan fasilitas untuk mengembangkan industri menghasilkan produk-produk halal sesuai dengan sistem jaminan produk halal.

Beberapa kriteria yang dibutuhkan agar sebuah kawasan layak ditetapkan sebagai kawasan industri halal di antaranya adalah memiliki manajemen kawasan industri halal, bekerja sama dengan laboratorium untuk pengujian produk halal, sistem pengelolaan air bersih untuk sesuai persyaratan halal, memiliki tenaga kerja yang terlatih untuk dalam jaminan produk halal, dan memiliki pembatas kawasan industri halal.

Lalu, di mana saja kawasan industri halal di Indonesia yang akan dikembangkan? Berikut ini empat kawasan industri yang telah dicanangkan Kementerian Perindustrian sebagai kawasan industri halal:

Batamindo Industrial Park

Kawasan ini rencananya akan mengembangkan zona halal seluas 17 hektar dari total luas 320 hektar. Industri Batamindo dimiliki oleh Gallant Venture Ltd, sebuah perusahaan publik di Singapura. Gagah Venture adalah pengembang dan manajemen komersial kelompok di Kepulauan Riau dan master terintegrasi perencana untuk taman industri dan resort di Batam dan Bintan. Pemegang saham utama termasuk Grup Salim dari Indonesia dan Sembcorp Industries Ltd dari Singapura. Taman Industri Batamindo dikonsep berdasarkan perjanjian kerja sama ekonomi antara pemerintah Indonesia dan Singapura pada tahun 1989.

Sejak awal tahun 1990, industri 320 hektar taman telah berkembang menjadi 'Taman MNC' dengan banyak pengunjung merek internasional yang memiliki manufaktur regional di sini. Taman ini dibangun di atas fondasi yang kokoh dengan infrastruktur pendukung utama seperti pembangkit listrik, pengolahan air dan limbah, telekomunikasi, sistem sanitasi, pemadam kebakaran dan fasilitas medis serta manajemen perkebunan yang sangat baik dan fasilitas kehidupan kerja yang bijaksana.

Bintan Industrial Estate

Kawasan Industri Bintan juga dimiliki oleh Gallant Venture Ltd. Gallant Venture adalah grup pengembang dan manajemen komersial di Indonesia Kepulauan Riau dan master planner terintegrasi untuk taman industri dan resort di Batam dan Bintan.

Kawasan Industri Bintan adalah satu-satunya kawasan industri di Indonesia Bintan dan membentang sepanjang 270 hektar di barat daya bagian dari pulau. Di dalam bangunannya, penyewa bisa menikmati beragam fasilitas, termasuk imigrasi dan karantina (CIQ) serta terminal feri penumpang eksklusif. Kawasan industri juga rumah berbagai pabrik siap pakai yang cocok untuk pergudangan dan distribusi ke Singapura.

Jakarta Industrial Estate Pulogadung

Sebagai kawasan industri pertama di Indonesia, Kawasan Industri Pulogadung pada awalnya dikelola melalui wadah proyek, dengan nama Proyek Industrial Estate Pulogadung milik Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Sejalan dengan perkembangan arus penanaman modal di Indonesia yang meningkat, khususnya di DKI Jakarta, maka lingkup kerja Proyek Industrial Estate Pulogadung semakin kompleks. Dan untuk menunjang perkembangan kebutuhan masyarakat industri, pemerintah memandang perlu dilakukan penyesuaian diri, baik dari segi kelembagaan maupun permodalannya.

Modern Cikande Industrial Estate

Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) tengah mengembangkan kawasan industri halal bertajuk Modern Halal Valley dengan mengusung konsep lahan hijau yang ramah lingkungan.

Modern Halal Valley adalah generasi terbaru dari pengembangan kawasan industri modern yang memenuhi standar tertinggi dalam memenuhi standarisasi halal, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan.

Modern Halal Valley rencananya akan menjadi klaster industri halal yang terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia seluas 500 hektare yang berlokasi di kawasan ModernCikande Industrial Estate (MCIE) di Cikande, Serang, Banten. (*)

 

 

Achi Hartoyo