Jumat, 23 Agustus 2019
22 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Q&A / Meneruskan Akad Batil

Meneruskan Akad Batil

Selasa, 13 November 2018 09:11
FOTO | Dok. istimewa
Ulama Dewan memberikan solusi lugas pada Fatwa MUI No 1 Tahun 2004 dan Fatwa DSN MUI No 31 tahun 2002 bahwa solusinya adalah Take Over ke Bank Syariah.

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang terhormat, Ustadz Ahmad Ifham Sholihin. Afwan ustad, ada pertanyaan ana. Bagaimana kalau alasan yang tidak membayar angsuran di Bank Konven itu adalah karena perjanjiannya bathil dengan dalil larangan bekerjasama dalam dosa dan keburukan?

Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi, wabarakatuh.

Burhan, tinggal di Bone.

Jawab:

Sdr. Burhan yang dicintai Allah, semoga kita semua selalu berlimpah barakah dari Allah agar kita bisa konsisten bertransaksi perbankan hanya di Bank Syariah saja. Amin.

Allah memaksa orang beriman untuk taat kepada Ulil Amri. Cek di Alquran Surat An Nisa ayat 59. Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini bahwa Ulil Amri kita ada dua, yakni Ulama dan Umara. Ada Ulama Dewan dan ada Umara Dewan.

Umara Dewan mengatur dua kontrak perbankan yang tidak batil yakni Bank Konven dan Bank Syariah. Sementara itu, Ulama Dewan mengatur bahwa kontrak perbankan yang tidak batil adalah Bank Syariah.

Ulama Dewan memberikan solusi lugas pada Fatwa MUI No 1 Tahun 2004 dan Fatwa DSN MUI No 31 tahun 2002 bahwa solusinya adalah Take Over ke Bank Syariah.

Berdasarkan pada kenyataan tersebut, jika masih mau taat kepada Ulil Amri bagian Ulama Dewan, silahkan kewajiban legal kontrak pinjaman berbasis bunga tersebut ditake over saja ke Lembaga Keuangan Syariah. Jika tidak siap taat kepada Ulil Amri, tentu Anda tidak lagi ada di negeri ini.

Andai take over sulit dilakukan, ada kaidah hajiyat, yakni selesaikan semua kewajiban sesuai kontrak legal, next tidak diulang lagi.

Jika Anda merasa Ulil Amri ini tidak kompeten bikin peraturan, bikin Fatwa yang salah, silahkan gantikan Ulil Amri tersebut oleh diri Anda sendiri. Jika Anda tidak mampu, audiensi saja apa yang seharusnya dilakukan oleh Ulil Amri tersebut.

Jika Anda tidak mampu juga, silahkan Anda bicara hal lain saja. Itu rumus versi Hadits. Wallahu a'lam.

 

Sharia Corner | Diasuh oleh: Ustadz Ahmad Ifham Sholihin