Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Mendongeng, Sarana Mendidik Anak Cintai Produk Halal
FOTO | Dok.MalangVoice
Dongeng bisa digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam kepada anak-anak, sehingga lebih menarik, mudah diterima, dan dicerna.

Sharianews.com, Jakarta. Cerita-cerita atau dongeng sebenarnya suatu yang menarik di mata anak-anak. Cerita-cerita ringan bisa membawa anak masuk masuk ke dalam dunia imajinasi, sesuai tema yang dibawakan. Dengan begitu, apa yang disampaikan penutur bisa lebih mudah diserap dalam memori anak-anak.

Demikian disampaikan oleh Awam Prakoso, aktivis pendongeng dari Kampung Dongeng, kepada sharianews.com saat menjadi nara sumber di acara  Indonesia Halal Expo (Indhex) 2018.

Menurut Awam, mendongeng (story telling) juga bisa menjadi sarana dakwah. Dalam sejarah Islam, mendongeng bahkan sering digunakan untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam semua aspek kehidupan. Termasuk dalam mengenalkan aspek halal dan haram.

Tentu karena Islam memiliki spektrum yang luas, maka cara menyampaikan ajarannya pun memerlukan beragam cara dan metode, tergantung kepada siapa ajaran dan nilai-nilai akan disampaikan.

Dongeng menurut Awam, bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moralitas dan nilai-nilai Islam kepada anak-anak, sehingga lebih menarik, mudah diterima dan dicerna.

“Sebab dalam dunia pendidikan menyampaikan sesuatu agar mudah diterima anak-anak adalah suatu yang penting, sehingga setiap pendidik atau orangtua perlu memahami bagaimana cara menyampaikan pesan yang baik agar mudah diterima,”kata Awam Prakoso.

Menurutnya, dongeng merupakan salah satu media belajar yang menakjubkan, media edukatif  yang  simpel dan menarik bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Kisah gadis cilik

Sebagai contoh, Kak Awam – begitu ia biasa disapa, pun mempraktikan langsung cara mendongeng yang efektif untuk mengedukasi pentingnya memilih dan menggunakan produk halal.

Aliksah, ada seorang pangeran yang menemukan gadis cilik yang sedang menangis kelaparan. Akhirnya gadis cilik mencuri apel pada seorang pedagang. Sang pangeran pun menasihatinya dengan lembut bahwa memakan makanan dari hasil curian adalah haram dan tidak boleh dimakan.

Awam kembali melanjutkan, bahwa seorang pendongeng, khususnya untuk anak-anak, terkadang terkendala oleh materi yang akan diceritakan. Karenanya, agar bisa dengan mudah menyampaikan cerita, para orang tua juga harus banyak membaca, sehingga memiliki banyak referensi apa yang harus diceritakannya.

“Mencar referensi atau materi adalah sebuah keharusan sebelum mengemasnya secara menarik di depan anak-anak. Sebab mendongeng hakikatnya, menyampaikan materi atau pengetahuan melalui cerita. Namun, tetap dengan menjaga esensi yang disampaikan,”ujarnya menegaskan.

Bagi orangtua yang ingin menjadikan dongeng sebagai sarana menyampaikan nasihat, Awam memberikan tips-nya. Pertama, sampaikanlah dengan rasa kecintaan, yang di representasikan dengan tatapan kasih kepadanya.

Kedua, hal lain yang perlu dipahami adalah mendongeng bukan hanya untuk media yang menyenangkan atau hiburan, tetapi sebagai sarana pendidikan.

Ketiga, sebelum mendongeng perbanyak membaca referensi, karena apapun yang disampaikan harus berdasarkan ilmu dan sudah selayaknya bisa dipertangung jawabkan kebenarannya. (*)

 

Reporter: Fathia Rahmad Editor: Ahmad Kholil