Sabtu, 7 Desember 2019
10 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Haji umrah / Menag: Wukuf Cara Manusia Mengenali Diri Sendiri
Menag Lukman Hakim Saifuddin. Foto/dok.kemenag
Hal ini dia sampaikan saat memberi sambutan pada puncak ibadah haji, wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi.

Sharianews.com, Jakarta ~ Amirul Hajj sekaligus Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, wukuf di Padang Arafah adalah medium kembali ke jati diri.

Hal ini dia sampaikan saat memberi sambutan pada puncak ibadah haji, wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi. Turut hadir Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

"Wukuf adalah medium bagaimana kita mampu kembali ke jati diri. Ketika kita mengenali diri kita sendiri, kita pun mampu mengenali Tuhan kita," ujar Menag, dilansir dari laman Kemenag, Senin (12/8).

Dia bercerita bagaimana ketika Rasulullah ditanya para sahabat tentang ciri-ciri kemabruran. Ternyata jawaban Nabi Muhammad saw sangat sederhana tapi bermakna besar. Yakni, memberi makan sesama manusia.

Makan sesungguhnya simbol dari kebutuhan pokok setiap manusia.

"Ketika kita bertanya apakah haji kita mabrur, seberapa besar kita peduli terhadap kebutuhan pokok sesama kita, makan simbol kebutuhan pokok itu," jelasnya.

Kehadiran seorang Muslim adalah mampu mewujudkan serta menghadirkan kedamaian, keamanan sebagai kebutuhan pokok manusia.

Menag menegaskan, jika Islam adalah agama kemanusiaan. "Allah meniupkan ruh pada janin yang ada pada rahim ibu kita. Jadi pada diri setiap manusia, tidak peduli apa pun etnisnya apapun rasnya, apa pun jenis kelamin, termasuk apa pun agama yang dianut, ada bagian dari Tuhan yang ditiupkan ke dalam diri setiap manusia," dia menegaskan.

Mengapresiasi Layanan Ibadah Haji

Dia mengaku bersyukur berada di Padang Arafah. Melaksanakan wukuf sebagai puncak rangkaian ibadah haji. Tidak ada ibadah yang rangkaiannya begitu panjang seperti haji. Tak hanya hitungan menit, jam hari, bahkan minggu.

Dia berharap melalui wukuf di Arafah mampu mengajak manusia kembali merenungi diri sendiri. Kemudian mampu menghadirkan eksistensi di tengah masyarakat, melalui kemampuan memenuhi kebutuhan pokok seperti kepedulian sosial, yang di dalamnya ada jaminan rasa aman, damai.

Menag turut mengapresiasi pelaksanaan layanan ibadah haji yang terus meningkat. Hal ini dikatakan hasil upaya para petugas haji, di mana negara sejak bertahun silam memfasilitasi penyelenggaraan ibadah haji.

Capaian itu merupakan buah dari kerja sama semua pihak. Tidak hanya Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan tetapi juga jajaran eksekutif, Kementerian Luar Negeri dan lainnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo