Sabtu, 16 Januari 2021
03 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Haji umrah / Menag: Pembatalan Haji Bukan Keputusan Terburu-buru
Foto dok. Kemenag
Terkait keputusan itu, Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, kebijakan membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini bukanlah keputusan terburu-buru. Bahkan, ada sebagian yang justru menilai terlambat.

Sharianews.com, Keputusan Kementerian Agama (Kemenag) membatakan penyelenggaran ibadah haji 1441 H/2020 M memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Terkait keputusan itu, Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan, kebijakan membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini bukanlah keputusan terburu-buru. Bahkan, ada sebagian yang justru menilai terlambat.

Diungkapkan Fachrul, keputusan itu diambil setelah melalui proses kajian. Kemenag terlebih dahulu meminta pendapat hukum kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan mendapat masukan pembatalan ibdah haji menjadi kewenangan penuh Menteri Agama.

Selain itu, dalam laman resmi Kemenag juga diterangkan, Kemenag menggelar diskusi dengan internal Kemenag dan meminta masukan dari Majelis Ulama Indoenesia (MUI).

Pihak Kemenag pada awalnya menjadwalkan untuk menggelar rapat kerja dengan Komisi VIII DPR. Awalnya dijadwalkan pada 2 Juni 2020, namun pertemuan itu batal.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan, tentang perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membatalkan keberangkatan haji, juga berdasarkan kajin. Malah, Kemenag sempat membuat keputusan pembatalan haji pada 20 Mei 2020, tapi Jokowi meminta waktu dimundurkan.

“Beliau (Presiden) justru menyarankan untuk diundur dulu, menunggu sampai awal Juni. Jadi Presiden justru memberi arahan untuk mengundurkan deadline pengumuman pembatalan, dari 20 Mei menjadi awal Juni,” tutur Fachrul, Selasa (9/6).

Sebagai informasi, sebelumnya Jokowi telah berkomunikasi dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud terkait penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Hasilnya pemerintah akan menunggu keputusan Arab Saudi hingga 1 Juni 2020.

Demikian hal itu disampaikan Fachrul usai berkonsultasi dengan Jokowi tentang penyelenggaraan ibadah haji. Penentuan tenggat tersebut mundur dari yang awal ditetapkan Kemenag hingga 20 Mei 2020.

"Jadi kalau kami buat deadline 20 Mei (2020), kami mundurkan jadi 1 Juni sesuai petunjuk Bapak Presiden (Jokowi). Karena Pak Presiden berbicara dengan Raja Salman, mungkin akan ada kepastian kalau-kalau di sana kondisinya lebih baik. Waktu saya lapor ke Pak Presiden, beliau habis berkomunikasi dengan Raja Salman sehingga beliau menyarankan bagaimana kalau mundur dulu sampai awal Juni, siapa tahu ada perkembangan. Kami setuju” ungkap Fachrul.

Kemenag telah memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M. Hingga kini, Arab Saudi juga belum memberikan informasi resmi terkait penyelenggaraan ibadah. Proses penyediaan layanan haji di Arab Saudi juga belum dibuka. Sementara kasus positif Covid-19 di sana terus meningkat dalam tiga hari terakhir.

Rep. Aldiansyah Nurrahman