Sabtu, 8 Agustus 2020
19 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Lifestyle / Menag Minta Daging Kuban Diberikan ke Terdampak Covid-19
Mampu menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum untuk mengantarkan pribadi yang semakin saleh dan rela berkurban untuk sesuatu yang lebih baik dan mulia

Sharianews.com, Jakarta - Hari Raya Iduladha 1441 H dilalui umat Islam Indonesia bahkan di dunia dalam situasi berbeda. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, menyebabkan banyak masyarakat terdampak.

Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau agar ibadah penyembelihan hewan kurban yang akan ditunaikan sebagian umat muslim agar memperhatikan kondisi ini. Selain diminta menaati protokol kesehatan, ia juga mengimbau agar umat muslim memperbanyak porsi daging kurban bagi fakir miskin dan masyarakat terdampak Covid-19.

“Untuk kali ini, karena sebagian besar masyarakat sedang susah akibat terdampak Covid-19, sebaiknya sebanyak mungkin daging kurban itu kita berikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang terdampak,” katanya saat memberikan keterangan pers terkait dengan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta, Kamis (30/7).

Hal ini menurutnya bertujuan untuk meningkatkan kedermawanan umat muslim. Meskipun, ia menyebutkan, secara syariat, daging kurban boleh dimakan oleh yang berkurban dan keluarganya, termasuk boleh dibagikan kepada tetangga dan handai taulan.

Ia melanjutkan, kedermawanan dan kepedulian sosial perlu ditingkatkan untuk meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Mari kita terus berdoa kepada Allah SWT, semoga wabah covid-19 ini segera berakhir dan hilang dari negeri Indonesia dan seluruh belahan dunia, serta kita mampu menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum untuk mengantarkan pribadi yang semakin saleh dan rela berkurban untuk sesuatu yang lebih baik dan mulia,” pungkasnya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman