Selasa, 22 Oktober 2019
23 Ṣafar 1441 H
Home / Haji umrah / Menag Lobi Dubes Arab Soal Tes Biometrik Jamaah Umrah
FOTO |dok.romy.sharianews.com
Penyelenggara tes biometrik tidak mempunyai kantor yang tersebar di seluruh pelosok tanah air sehingga menyulitkan calon jemaah yang tinggal di wilayah pedesaan dan berusia lanjut

Sharianews.com, Jakarta. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin berjanji akan melobi Kedutaan Besar Saudi Arabia soal tes biometrik retina mata dan sidik jari calon jemaah umrah dari Indonesia.

"Kami akan coba melakukan pendekatan diplomatik dengan dubes Arab Saudi yang baru untuk membicarakan hal ini (biometrik)," ucap Menteri Lukman saat menjawab komisi VIII dalam acara rapat dengar pendapat di parlemen, Jakarta, Rabu (9/1/2091).

Sebelumnya, Permusyawaratan antar-Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) keberatan dengan tes bio metrik yang diberlakukan pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pengurus PATUHI juga sudah menyampaikan keberatan soal tes ini pada Wakil Menteri Haji Bidang Umroh Kerajaan Arab Saudi Aziz Wazzan.

Tes yang dilakukan oleh perusahaan bernama VFS Tasheel ini dirasa memberatkan jamaah. Tes ini dilakukan tanpa perangkat yang memadai, lokasi kantor yang sulit dijangkau para calon jamaah umrah, serta izin yang digunakan juga tidak sesuai awal pendirian.

Menurut Menteri Lukman, Indonesia menawarkan dua solusi dari polemik biometrik ini yaitu pembatalan dan penundaan.

“Kalau pembatalan, sama sekali tidak perlu menjadi syarat terbitnya visa. Tes biometrik dilakukan seperti biasa menjelang jamaah mau meninggalkan tanah air menuju tanah suci," ujar dia.

Opsi penundaan yaitu, tes biometrik bisa dilaksanakan dengan syarat ada persebaran kantor penyelenggara di seluruh pelosok tanah air.

“Sehingga tidak perlu, orang Papua pergi ke Makasar terlebih dahulu untuk tes biometrik. Sehingga itu memudahkan calon jamaah," ujar Menteri Lukman.

Reporter: Romy Syawal Editor: nazarudin