Selasa, 14 Juli 2020
24 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Menag Dorong Kemampuan Bahasa Mandarin Siswa Madrasah Aliyah
Dengan memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik, tentu akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang, terutama siswa lulusan menengah atas yang ingin mencari pekerjaan.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, kemampuan dan penguasaan dalam berbahasa asing menjadi sebuah kebutuhan. Terlebih, kemampuan bahasa asing merupakan salah satu syarat utama dalam dunia kerja.

Dengan memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik, tentu akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang, terutama siswa lulusan menengah atas yang ingin mencari pekerjaan.

Baca juga: Saatnya Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun 2020

Guna mendorong hal tersebut, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta agar kemampuan berbahasa Mandarin dapat dikuasai siswa madrasah aliyah, selain bahasa Inggris dan Arab. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing lulusan sekolah tersebut agar menjadi lebih kompetitif melalui penguasaan bahasa asing yang baik.

Fachrul mengatakan, hanya sebagian kecil lulusan madrasah aliyah yang melanjutkan kuliah, sebagian besar lainnya memutuskan untuk bekerja, dan sedangkan sisanya menganggur. Pemerintah ingin lulusan madrasah aliyah mempunyai kemampuan bahasa asing agar bisa bersaing di dunia kerja.

Ia mengungkapkan, tidak sedikit kedutaan asing yang menyatakan kesiapannya membantu mengembangkan kemampuan berbahasa asing madrasah aliyah, salah satunya adalah China.

“Jadi mereka (kedutaan asing) siap sekali untuk membantu, agar madrasah aliyah bisa ikut bersaing,” jelasnya menegaskan, saat acara Silatutahmi Menteri Agama RI dengan Dewan Pertimbangan MUI dan Diskusi Lanjutan Tentang Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII 2020, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Rabu (8/1).

Penerapan pembelajaran bahasa asing bukanlah hal baru, beberapa madrasah aliyah sudah banyak yang menerapkan. Saat ini, kemampuan untuk berbahasa asing seperti Bahasa Arab, Inggris dan Mandarin sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Disusul dengan Bahasa Jepang dan Korea Selatan.

Lebih lanjut, Fachrul menambahkan, menurut peringkat dari 77 negara di dunia, Indonesia menempati peringkat 70 terburuk di dunia berkaitan dengan mata pelajaran, salah satunya adalah bahasa.

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo