Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO | Dok. Fourlen Salon
Industri salon kecantikan khusus muslimah semakin menggeliat. Di tahun-tahun mendatang industri salon Muslimah akan terus mengalami perkembangan yang pesat

Industri salon kecantikan khusus muslimah semakin menggeliat. Di tahun-tahun mendatang industri salon Muslimah akan terus mengalami perkembangan yang pesat

Sharianews.com, Jakarta. Bisnis salon kecantikan khusus Muslimah semakin menggeliat seiring dengan meningkatnya  penggunaan hijab di kalangan wanita Muslim. Omzetnya pun mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Di antara yang merasakan keuntungan itu ialah Fourlen Salon, salon khusus Muslimah, yang berada di kawasan sekitaran Tangerang Selatan.

“Rerata Rp 3 juta per hari satu cabang. Satu cabang biasanya didatangi 15 sampai 30 pelanggan setiap harinya. Paling ramai, ya weekend. Per pelangan bisa menghabiskan 100 sampai 300 ribu sekali datang. Sebulan kurang lebih sampai ratusan juta. Tapi, ya relatif,”terang pemilik Fourlen Salon, Diana kepada sharianews.com.

Diana menambahkan bahwa Fourlen Salon yang dimilikinya telah membuka 5 cabang gerai salon yang tersebar di sekitar wilayah Tangerang Selatan. Rata-rata di setiap cabangnya dikelola oleh 7 sampai 8 karyawan. Setiap karyawan bisa memperoleh upah kira-kira 4 sampai 5 juta.

“Saya sudah 17 tahun bekerja di sini, mulai usai 18 sampai sekarang usia saya 37 tahun. Selain dapat ilmu kecantikan, sebulan gaji saya bisa Rp 4 sampai Rp 5,5 juta. Alhamdulillah bisa membantu perekonomian keluarga,”papar Tati, salah satu karyawan Fourlen Salon.

Setelah membuka 5 cabang di Kota Tangerang Selatan, Fourlen Salon menargetkan di tahun 2019 memiliki 2 mitra usaha lagi di kota yang sama.

Sementara itu, sebagaimana ungkap Diana, Fourlen Salon sudah berdiri selama 17 tahun, terhitung mulai tahun 2001 sampai sekarang.“Sejak umur saya 20 tahun sampai saya umur 38, alhamdulillah salon saya masih bertahan,"tambahnya.

Layanan unggulan

Salon yang dimilikinya ini, menurut  Diana, sejak pertama memang dikhususkan untuk wanita. Salah satu layanan unggulannya adalah manicure dan pedicure.

Selain menyuguhkan pelanggan dengan layanan unggulannya, salon ini juga tidak melayani perawatan kecantikan yang tidak sesuai dengan tuntunan syariah seperti makeup berbahan najis atau haram, menyambung rambut, memasukkan silikon, memasukan jarum ke dalam tubuh, sulam alis, dan lain sebagainya.

Untuk makeup sudah bersertifikat halal. Diana, menambahkan salonnya ini juga menggunakan produk-produk kecantikan dari dalam dan luar negeri. “Seperti MAC, PAC, LP-Pro, dan berbagai merek halal lainnya seperti Wardah juga,”jelas pemilik sekaligus trainer kecantikan ini.   

Untuk segmentasi pelanggan, Fourlen Salon tidak membatasi diri. Ada wanita muda Muslimah, juga ada perempuan non Muslim. Bahkan ada anak-anak, hingga lanjut usia. Semua pelanggan dilayani dengan baik.   

Industri Salon Kian Meningkat

Berdasarkan data dari SWA Online Magazine, majalah daring yang memuat informasi dan penelitian mengenai bisnis, jumlah salon total keseluruhan baik umum maupun khusus Muslimah di Inonesia mencapai 117.000 di tahun 2017. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sekitar 10 persen lebih.

Namun, jumlah salon itu belum terhitung yang berada di bawah naungan beberapa yayasan atau organisasi seperti Tiara Kusuma dan lainnya. Tercatat, jumlah total salon yang menjadi anggota Tiara Kusuma hingga tahun 2017 sekitar 10.000 lebih termasuk di dalamnya Fourlen Salon.

“Sementera data jumlah salon khusus Muslimah sampai saat ini belum ada. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga belum memiliki data spesifik perkembangan salon kecantikan muslimah ini. Ini PR kita bersama,”kata Diana yang juga manjadi Sekjen di Yayasan Tiara Kusuma.   

Diana memprediksi di tahun-tahun mendatang industri salon Muslimah akan terus mengalami perkembangan yang pesat. “Dulu salon Muslimah cuma satu di wilayah Tangerang Selatan. Dan itu punya saya. Sekarang salon muslimah di mana-mana. Ini industri yang cukup menjanjikan,” pungkas Diana. (*)

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil