Senin, 22 Juli 2019
20 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Forum Milenial / Membangun Aturan Halal, Bisa Meningkatkan Wisatawan Muslim Mancanegara
Dok/Foto Sharianews.
Karena itu, pariwisata halal harus dikembangkan melalui agen perjalanan, sehingga mendorong wisatawan Muslim menjadi pariwisata halal yang ramah dan nyaman.

Sharianews.com, Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang dikhususkan bagi para wisatawan muslim, wisata halal ini sesuai dengan syariah dan pelayanan serta aturannya merujuk pada aturan-aturan Islam. Dengan konsep Islami tentunya menarik banyak para wisatawan muslim untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada karena sudah terjamin keamanan dan kehalalannya. Bukan hanya makanan serta barang-barang yang terjamin kehalalannya tetapi juga pelayanan yang halal dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan konsumen muslim terhadap wisata halal ini secara umum meliputi kemudahan untuk beribadah, mendapatkan makanan dan minuman halal dan keamanan dalam perjalanan menggunakan transportasi agar terhindar dari kejahatan. Untuk lebih menarik minat para wisatawan maka perlu ditingkatkan kembali potensi industri pariwisata di Indonesia khususnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa masih banyak industri pariwisata belum sepenuhnya menerapkan dan mengutamakan pariwisata halal berbasis syariah karena melihat kembali persentase dari penduduk muslim di Indonesia saat ini diperkirakan 87%. Istilah pariwisata syariah dalam literatur umumnya disamakan dengan istilah-istilah seperti pariwisata Islam, pariwisata syariah, perjalanan syariah, pariwisata halal, tujuan wisata ramah halal, dan tujuan perjalanan ramah-Muslim, gaya hidup halal, dan lain-lain.

Dari sisi industri, syariah perjalanan adalah produk pelengkap dan tidak menghilangkan jenis wisata konvensional ini. Sebagai cara baru mengembangkan pariwisata di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keislaman tanpa menghilangkan keunikan dan keaslian daerah tersebut.

Dengan melihat besarnya potensi yang ditawarkan dalam bidang kepariwisataan, negara-negara dengan predikat tujuan wisata favorit dunia terus melakukan pengembangan dan pembangunan bidang pariwisatanya. Indonesia sebagai salah satu negara tujuan destinasi wisata dunia sangat menyadari akan potensi tersebut.

Mengacu pada visi Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yang bertujuan untuk mengembangkan destinasi dan industri pariwisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah nampaknya telah menjelaskan pandangan pemerintahan kali ini dalam menyikapi dinamika dunia pariwisata internasional yang semakin positif.

Mengingat bahwa Halal Tourism termasuk salah satu jenis bisnis yang high revenue dan high opportunity, maka dibutuhkan dukungan dari berbagai elemen untuk mengembangkan kerangka bisnis sektor pariwisata ini. Wisatawan Non Muslim juga dapat turut serta dalam inovasi kepariwisataan tersebut dikarenakan salah satu instrumen Halal Tourism ialah penyediaan fasilitas dan makanan halal tentunya. Menurut Mohamed Battour dan Mohd Nazari Ismail, definisi dari Halal Tourism dapat digambarkan dengan “Halal Tourism is any object or action which is permissible according to Islamic teachings to use or engage by Muslims in tourism industry

Pengembangan pariwisata meliputi industri pariwisata, tujuan wisata, pemasaran, dan pariwisata kelembagaan. Wisata halal menyajikan berbagai produk halal yang aman untuk dikonsumsi oleh wisatawan Muslim. Namun, bukan berarti turis non-Muslim tidak bisa menikmati wisata halal.

Dalam menerapkan pariwisata halal di Indonesia yang diluncurkan pada 2014, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menentukan standar halal untuk produk pariwisata. MUI dan Kementerian Pariwisata memastikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya dapat digunakan oleh wisatawan Muslim, tetapi juga oleh semua wisatawan.

Ma'ruf Amin, ketua MUI, menegaskan bahwa bagi wisatawan Muslim, pariwisata halal adalah bagian dari propaganda. Bagi non-Muslim, pariwisata halal dengan produk halal adalah jaminan sehat sertifikasi MUI telah melewati Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga harus dijamin sehat dan bersih. Bagi wisatawan Muslim tidak perlu khawatir tentang status halal, dan bagi wisatawan non-Muslim dapat yakin bahwa makanan ini harus sehat dan bersih.

Perlu dicatat bahwa kegiatan wisata dalam Islam harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang berlaku umum, yaitu halal.

  1. Konsep budaya dalam kaitannya dengan pariwisata Islam (situs budaya Islam).
  2. Pariwisata identik dengan Muslim (tunduk pada kepatuhan dengan nilai-nilai Islam).
  3. Wisata Islam: Perjalanan yang ditujukan untuk motivasi "keselamatan" atau kegiatan yang berarti berasal dari motivasi Islam.

Dalam pariwisata halal, destinasi yang dikelola wajib menyediakan makanan halal, menyediakan akses mudah ke tempat ibadah, dan juga menyediakan akomodasi dan layanan sesuai standar syariah. Kementerian Parisiwata meluncurkan pariwisata halal di Indonesia dengan tujuan menjadikan Indonesia tujuan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Bukan hanya tujuan wisata, fasilitas yang mendukungnya harus sesuai dengan standar halal (bersertifikat) MUI.

Karena itu, pariwisata halal harus dikembangkan melalui agen perjalanan, sehingga mendorong wisatawan Muslim menjadi pariwisata halal yang ramah dan nyaman. Pengembangan pariwisata berdasarkan prinsip-prinsip diwujudkan melalui pelaksanaan rencana pengembangan pariwisata dengan memperhatikan keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan budaya dan alam, dan kebutuhan manusia untuk melakukan perjalanan.

Masyarakat Muslim tentunya berminat untuk mengikuti wisata religious dengan menunjukkan perjalanan kegiatan dengan tujuan motivasi atau keagamaan yang dilakukan oleh kelompok agama (Muslim, Kristen, Hindu, Budha), yang biasanya dengan mengunjungi tempattempat suci agama atau tokoh agama. Definisi ini berlaku juga untuk makna ziarah misalnya sebagai bagian dari kegiatan wisata. Oleh karena itu, wisata religi sebagai kegiatan ekonomi lebih tepat menggunakan istilah pariwisata syariah jika aktivitasnya adalah perjalanan Muslim, bersamaan dengan perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia.

Pengembangan pariwisata halal penting karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh wisatawan Muslim. Pariwisata halal terbuka untuk semua orang. Kementerian Pariwisata akan menggerakkan pariwisata halal di hotel, restoran, spa, karaoke dan sebagainya. Wisata halal dapat diharapkan menjadikan Indonesia sebagai tujuan ramah bagi pelancong Muslim dan membutuhkan standarisasi.

Karakteristik pariwisata halal antara lain perjalanan di sana paket wisata yang mencakup tujuan perjalanan ramah-Muslim, serta hotel, restoran, spa halal, ia dan buat karyanya. Tujuan wisata halal juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mengunjungi berbagai tujuan dan tempat wisata yang memiliki nilai-nilai Islami, yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan lain adalah untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan keuangan Islam di industri pariwisata yang semakin meningkat.

*Penulis adalah anggota KSE Gunadarma

Oleh: Ricka Annisa