Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
FOTO | dok romy.sharianews.com
Market share syariah belum tumbuh tinggi dari tahun ke tahun, namun langkah-langkah percepatan terus digencarkan.

Sharianews.com, JakartaWisata halal sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat muslim Indonesia. Pasalnya wacana dan geliat industri wisata atau destinasi wisata berlabel halal mulai banyak diminti belakangan ini. 

Namun, apakah di tahun politik 2019 industri pariwisata halal di tanah air akan terpengaruh, Ketua Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, Riyanto Sofyan kepada sharianews di acara indonesia sharia economy outlook mengatakan, "Otomatis berpengaruh. Mau tidak mau, karena ada yang perusahaannya konservatif dan mengambil sikap untuk wait and see,"ujarnya usai memberikan presentasi, di Jakarta Senin (10/12/2018).

Meskipun begitu, ditambahkan Sofyan, ketidakastian tersebut bukan masalah jangka panjang."Ketidakpastian ini bukan hanya di kalangan internal, tetapi juga pada eksternalnya. Meski begitu, jika kita melihat dalam perspektif jangka panjang, yang ini relatif hanya musiman dan sementara,"ujarnya.

Seperti diketahui, market share syariah juga belum tumbuh tinggi dari tahun ke tahun. Namun, langkah-langkah percepatan terus digencarkan, hingga menurutnya meskipun memasuki tahun politik 2019, ia tetap optimis.

"Jadi, saya kira saya cukup optimis dan itu juga bisa dilihat dari data yang disampaikan oleh traveloka bahwa tingkat pertumbuhan pelaku travel wisata halal, itu naik 200 persen dalam tiga tahun terakhir,"ujarnya.

Menurutnya, market share yang masih kecil justru memberi ruang untuk tumbuh yang sangat besar. "Itu jika kita tidak hanya berorientasi sebagai pasar saja, terapi juga harus mulai berani menetapkan terget sebagai pemain,"tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil