Sabtu, 8 Mei 2021
27 Ramadan 1442 H
Home / For Beginners / Masih Pro-Kontra, Ini Pandangan MUI, NU, dan Muhammadiyah Perihal Penggunaan Masker Saat Salat
Foto dok. Pexels
Masker mampu memberikan perlindungan diri, mencegah Covid-19 masuk lewat pernapasan.

Sharianews.com, Jakarta - Penggunaan masker sudah menjadi suatu kewajiban saat ini. Pasalnya, masker mampu memberikan perlindungan diri, mencegah Covid-19 masuk lewat pernapasan.

Masker digunakan ketika berinteraksi dengan orang lain, berpergian, bahkan beribadah. Saat bulan Ramadan seperti sekarang, masyarakat gencar beribadah di masjid.

Pemerintah juga selalu mengingatkan penggunaan masker ketika beribadah, akan tetapi masih ada yang abai menggunakan masker.

Dari pantauan Sharianews.com, ketika salat tarawih, masih ada masyarakat yang abai menggunakannya. Ketika diwawancara, salah satu dari mereka bersikap tidak peduli. Ia mengatakan,” Memang Covid-19 masih ada, ya ?.”

Selain ketidakpedulian juga masih ada anggapan penggunaan masker tidak boleh ketika salat. Padahal, baik Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah kompak mengatakan penggunaan masker diperbolehkan, terlebih saat kodisi pandemi seperti sekarang ini.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan sesuai fatwa yang dikeluarkan MUI, pelaksanaan ibadah selama Ramadan, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah harus menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi semuanya harus menggunakan prokes (protokol kesehatan) dan itu tidak mengurangi sahnya salat," katanya dalam fatwa MUI nomor 24 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan ibadah Bulan Ramadan dan Syawal 1442 H.

Adapun salah satu ketentuan saat salat berjemaah dalam fatwa itu adalah menggunakan masker yang menutup mulut dan hidung saat salat hukumnya boleh dan salatnya sah.

"Setiap muslim wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang bisa menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama," terangnya.

Begitu juga dengan NU yang mengingatkan kepada setiap muslim, terutama yang berniat salat tarawih berjemaah di masjid atau musala, agar tidak mengabaikan prokes seperti mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Sebagai orang beriman kita yakin bahwa musibah, tertimpa suatu penyakit, misalnya, merupakan ketentuan Allah. Namun agama mengajarkan manusia harus berusaha, baik sebelum musibah itu terjadi maupun setelahnya, antara lain caranya dengan mentaati prokes,” kata Ketua Pengurus Besar NU Robikin Emhas.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran soal panduan pelaksanaan ibadah di Bulan Ramadan 1442 hijriah, di tengah pandemi Covid-19. Dalam surat itu Muhammadiyah juga memberi panduan salat berjamaah bulan Ramadan di masjid, selama pandemi.

Salah satu imbauannya adalah salat dengan mengenakan masker. Meski memiliki beberapa pandangan pro-kontra, Muhammadiyah menilai menutup sebagian wajah dengan masker ketika salat berjamaah di masjid, tidak merusak keabsahan salat. Terlebih pada masa ancaman wabah seperti sekarang ini, mereka mengatakan masker merupakan salah satu alat pelindung diri yang sangat dianjurkan dipakai ketika berada di luar rumah.

"Dengan demikian, masker telah menjadi suatu kebutuhan (al-jah) mendasar yang mendesak untuk dipenuhi. Hal ini selaras dengan kaidah fikih," kata Muhammadiyah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman