Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Mario Irwinsyah Sebut Hijrah Fest 2019 Unik, Ini Penjelasannya
FOTO | Dok. Arif Sharianews.com
Menurut Mario keunikan itu disebabkan agenda ini bertepatan dengan bulan Ramadan.

Sharianews.com, Setelah pelaksanaan Hijrah Fest perdana yang dilaksanakan selama tiga hari di bulan November 2018 lalu, kini kembali hadir di tempat sama yaitu Jakarta Convention Center (JCC).

Mengangkat tema ‘Unforgetable Hijrah’, tahun ini memiliki sisi keunikan tersendiri dibanding sebelumnya.

Hal tersebut diakui oleh salah satu dari kelompok artis yang berhijrah Mario Irwinsyah, yang juga penggagas Hijrah Fest. Menurut Mario keunikan itu disebabkan agenda ini bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Karena biasanya kan kalau sudah masuk (arena) Hijrah Fest itu nggak keluar. Dengerin kajian, abis itu makan, dan kajian lagi. Kalau Ramadan kan bukan cuma itu yang dicari sama orang,” ujar Mario saat ditemui sharianews saat Hijrah Fest berlangsung.

Oleh karenanya seluruh rangkaian acara pun dirancang menyesuaikan, mulai dari Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa), muhasabah malam, hingga Ittikaf. Meskipun hanya menyentuh hari pertama dari sepuluh malam terakhir.

“Untuk ittikaf memang enak di Masjid, kalau di sini juga sudah ada ustaznya, toilet, masjidnya apalagi selama tiga hari itu ustaznya ganti-ganti. Masyaallah bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Mario.

Dalam keterangannya, jadwal Hijrah Fest sengaja tidak dibuat selama sepuluh malam terakhir agar momen tersebut dapat dimanfaatkan di masjid-masjid. Selain itu, juga dikatakan sebagai upaya agar masyarakat dapat memanfaatkan waktunya lebih bermanfaat khususnya di pertengahan (menuju akhir) Ramadan.

“Kan biasanya yang di tengah-tengah ini yang nanggung kan. Nah yang Ditengah ini yang biasanya mulai banyak gangguan-gangguan bukber terkutuk kan. Aduh nggak enak nolak. Okedeh kita siasatinnya (dilaksanakan) di tengah Ramadan. Jadi kalo ada yang ajakin bukber (buka bersama), sekalian aja ajak ke sini, ‘yuk kita kajian aja di hijrah fest’, begitu,” ungkap mario sembari tertawa.

Dengan begitu, lanjutnya, tidak hanya sebatas buka bersama yang didapat melainkan ukhuwahnya jalan, silaturahim terjalin ditambah ilmu pun juga akan didapat dari kajian-kajian yang dilaksanakan.

“Ramadan nggak bisa ditawar lagi karena semua orang akan memiliki frekuensi yang sama. Ya, semuanya berusaha ingin menjadi lebih baik dan berusaha untuk meninggalkan yang tidak baik, wallahua’lam,” tutup dia.

Reporter: Fathia Rahma Editor: Munir Abdillah