Selasa, 25 Januari 2022
22 Jumada al-akhirah 1443 H
Home / Lifestyle / Marak Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19, Disarankan Keluarga Ikut Urus Jenazah
Foto dok. Istimewa
Maraknya kasus pengambilan jenazah secara paksa maupun pembongkaran makam jenazah Covid-19 yang terjadi  disejumlah daerah menandakan krisis kepercayaan masyarakat kepada tim medis terkait penanganan jenazah Covid-19.

Sharianews.com, Jakarta - Maraknya kasus pengambilan jenazah secara paksa maupun pembongkaran makam jenazah Covid-19 yang terjadi  disejumlah daerah menandakan krisis kepercayaan masyarakat kepada tim medis terkait penanganan jenazah Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Budi Setiawan, menyarankan agar keluarga korban meninggal Covid-19 ikut dilibatkan dalam proses pengurusan jenazah. Hal ini dilakukan agar kedepannya kepercayaan masyarakat kepada tim medis tidak kian menyurut.

“Libatkan masyarakat dalam proses pengurusan jenazah, bisa saat mensalatkan atau melibatkan mereka (keluarga dan masyarakat) saat menyiapkan liang kuburnya,” jelasnya menegaskan, dalam webinar yang digelar Satgas Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (02/11).

Ketidakpercayaan masyarakat kepada tim medis dalam pengurusan jenazah, menurutnya, bisa dimaklumi. Hal ini mengingat terutama bagi masyarakat muslim yang meragukan kelayakan pengurusan jenazah yang dilakukan tim medis.

“Banyak masyarakat itu ragu, apakah jenazah keluarganya sudah dipenuhi hak-haknya sebagai jenazah, dan apakah sudah sesuai belum dengan syariah tajhizul janazah (pengurusan jenazah)nya,” ujar dia, dalam acara bertema Pemulasaran Jenazah Karena Covid-19 ini.

Selain untuk meningkatkan kepercayaan terlebih kepada tim medis, keikut sertaan keluarga dalam proses pengurusan jenazah adalah hak yang juga harus dipenuhi asalkan tetap memenuhi standar protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Misalnya pihak keluarga boleh melihat jenazah dengan jarak minimal 3 meter, dengan catatan tidak menyentuh secara langsung.

Agar keterlibatan masyarakat dalam pengurusan jenazah tidak menjadi klaster baru penularan covid-19, hendaknya ada komunikasi dan sosialisasi yang dibangun sebaik mungkin dan mendetail kepada keluarga korban.

Ia juga mendorong diadakannya pelatihan pengurusan jenazah sesuai syariat Islam yang disesuaikan dengan fatwa MUI untuk para relawan, agar dalam proses tajhizul janazah bagi korban meninggal Covid-19 bisa terpenuhi hak-haknya sebagai jenazah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman