Kamis, 4 Juni 2020
13 Shawwal 1441 H
Home / Keuangan / Mandiri Syariah Tawarkan  Produk  Hedging Syariah
FOTO | Dok. www.aktual.com
Layanan hedging tersebut antara lain untuk melayani mitra bisnis seperti perusahaan travel haji dan umrah.

Sharianews.com, Jakarta. Banyaknya mitra bisnis yang melakukan transaksi menggunakan mata uang asing, menjadi alasan PT Bank Syariah Mandiri menawarkan layanan hedging (lindung nilai) syariah kepada mitra bisnisnya.

Layanan hedging tersebut antara lain untuk melayani mitra bisnis seperti perusahaan travel haji dan umrah. Hal itu dikatakan oleh Ade Cahyo Nugroho, Direktur Finance, Strategy, and Treasury Mandiri Syariah.

“ Mandiri Syariah merupakan bank syariah pertama yang siap mendeliver produk hedging syariah, “ujar Cahyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (26/9).

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya perlu berterima kasih kepada Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indinesia (DSN-MUI) yang telah menerbitkan fatwa dan kemudian disusul dengan diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang hedging syariah.

Landasan fatwa dan PBI tersebut, semakin menguatkan landasan Mandiri Syariah untuk melengkapi produk layanan bagi nasabah terutama travel haji dan umroh yang harus banyak melakukan transaksi dalam mata uang asing.

“Jadi dengan produk ini, penyelenggara atau travel haji dan umroh dapat memitigasi risiko kurs dalam melakukan pembayaran hotel, catering, transportasi/akomodasi, dan lain-lain,” jelas Cahyo.

Lewat produk hedging syariah ini, Mandiri Syariah menawarkan hedging berjangka waktu maksimal tiga bulan. Mekanisme layanan ini adalah Bank dan Nasabah sepakat dan berjanji atau muwa'adah yang dituangkan dalam dokumen wa’ad (forward agreement) untuk melakukan transaksi spot pada masa yang akan datang.

Kesepakatan dibuat kedua pihak mencakup valuta asing dan valuta lokal yang diperjual belikan, jumlah nominal, nilai tukar, jangka waktu ganti rugi (ta’widh).

Adapun mitra yang membutuhkan transaksi transfer riyal one day service dapat menggunakan Layanan Transfer Riyal Sameday.

“Dalam periode satu bulan saja yaitu Juli hingga Agustus 2018, transaksi Transfer Riyal Sameday mencapai SAR20 juta" kata Cahyo, seraya memprediksi bahwa angka tersebut akan bertambah seiring dimulainya pemberangkatan jamaah umrah pada bulan Oktober. (*).

Ahmad Kholil