Kamis, 21 Maret 2019
15 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. Village of Ruidoso
Mandiri Syariah akan menetapkan lima sektor pembiayaan yang juga menjadi fokus pemerintah, di antaranya adalah infrastruktur dan kesehatan.

Sharianews.com, Jakarta ~ PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencanangkan pertumbuhan bisnis pembiayaan sekitar 11,2 persen pada 2019.

Direktur Utama Mandiri Syariah, Tony Eko Boy Subari mengatakan, sumber pertumbuhan yang dicanangkan berasal dari pembiayaan ritel dan wholesale. Mandiri Syariah akan selektif dalam menyalurkan pembiayaan.

Mandiri Syariah akan menetapkan lima sektor pembiayaan yang juga menjadi fokus pemerintah, di antaranya adalah infrastruktur dan kesehatan.

"Pertumbuhan 15 sampai 16 persen di ritel dan wholesale 9 sampai 10 persen," jelas Tony di Jakarta, Senin (9/3).

Sementara itu, Direktur Wholesale Banking Mandiri Syariah Kusman Yandi memaparkan, dari sisi pembiayaan, sampai dengan akhir tahun 2018, Mandiri Syariah telah menyalurkan sebesar Rp67,75 triliun atau tumbuh 11,63 persen dibanding Rp60,69 triliun pada akhir 2017.

Pembiayaan segmen ritel mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi. Segmen ini tumbuh sebesar 15,49 persen semula Rp34,59 triliun per akhir 2017 menjadi Rp39,95 triliun per akhir 2018. Kemudian, pembiayaan segmen Wholesale (Korporat dan Komersial) tumbuh 6,5 persen year on year, dari semula Rp26,1 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp27,79 triliun pada akhir 2018.

“Ini memang sesuai dengan strategi kami, kita memang lebih fokus untuk pertumbuhan di segmen retail. Sesuai dengan strategi yang dicanangkan manajemen, bahwa kita tumbuh fokus di sektor yang kita pilih secara hati-hati sekali,” tutur Kusman.

Kusman juga menyampaikan, dengan fokus dan disiplin ke sektor tersebut, akan memberikan dampak pada penurunan angka Non Performing Financing (NPF), baik di angka gross maupun nett. Tercatat NPF Nett turun dari 2,71 persen menjadi 1,56 persen dan dari 4,53 persen turun menjadi 3,28 persen.

“Walaupun kondisi ekonomi menjadi sesuatu tantangan tersendiri buat kita di 2019, tetapi dengan strategi yang kita pilih, baik pertumbuhan bisnis maupun kualitas aset akan semakin tumbuh, semakin baik dan kualitas pembiayaan juga akan semakin baik,” tutup Kusman. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo