Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / Mamin Jadi Prioritas Kemenag dalam Sertifikasi Halal
FOTO I Dok. Arif Sharianews.com
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membagi produk yang harus memiliki label halal dalam dua hal, yakni barang dan jasa.

Sharianews.com, Jakarta ~ Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dijadwalkan sudah mulai menjalankan tugas dan fungsinya pada Oktober 2019.

Sesuai rencana pada bulan tersebut, semua produk yang ada di Indonesia harus memiliki sertifikat halal.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membagi produk yang harus memiliki label halal dalam dua hal, yakni barang dan jasa.

"Barang yang wajib bersertifikat halal adalah jenis barang makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, kimiawi, biologi rekayasa genetik, barang gunaan yang digunakan oleh masyarakat," ujar Lukman saat rapat kerja dengan komisi VIII DPR RI, Kamis (16/5)

Ia menuturkan, khusus untuk barang gunaan yang harus memiliki label halal hanya yang berasal dari unsur hewan saja.

Sementara untuk bidang jasa meliputi layanan usaha penyembelihan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, penjualan penyajian, pendistribusian.

"Tahap pertama lima tahun ke depan adalah prioritas bagi barang-barang makanan dan minuman. Lalu lima-tujuh tahun berikutnya obat-obatan, kosmetika dan produk barang lainya," ucap dia.

Lukman menjelaskan, apabila sudah melewati batas pada Oktober 2019 produk tersebut belum mendapat sertifikat halal, masih tetap diizinkan beredar dengan beberapa syarat.

"Yang belum tersertifikasi halal pada 17 Oktobet 2019 boleh beredar, selama memiliki izin," kata dia.

Ia melanjutkan, apabila produk tersebut masuk dalam kategori tidak halal, wajib mencantumkan komposisi produknya.

"Pelaku usaha yang memproduksi produk dari bahan yang berasal dari bahan yang diharamkan, wajib mencantumkan keterangan tidak halal," ujar Lukman. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo