Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Malta Ingin Jadi Pusat Keuangan Syariah di Uni Eropa
-
Apa saja langkah yang ditempuh Pemerintah Malta untuk menjadi pusat keuangan syariah?

Apa saja langkah yang ditempuh Pemerintah Malta untuk menjadi pusat keuangan syariah?

Sharianews.com. Untuk menarik bisnis dari perusahaan-perusahaan Timur Tengah, Pemerintah Republik Malta membentuk badan nasional untuk mendorong pengembangan keuangan syariah, khususnya di Eropa.

Upaya ini ditindaklanjuti dengan membuat undang-undang untuk memfasilitasi sektor perekonomian Islam ini. Negara terkecil di Uni Eropa ini ingin menjadi pusat keuangan Islam.

Silvio Schembri, sekretaris parlemen untuk layanan keuangan, ekonomi digital dan inovasi Malta mengatakan Asosiasi Keuangan Islam Malta (MIFA) akan membantu mengkoordinasikan upaya-upaya lintas agensi nasional, regulator dan badan pengaturan standar lainnya untuk tujuan ini.

"Sebagai pemerintah, kami akan melakukan proses penyusunan amandemen UU yang memungkinkan lembaga keuangan Islam untuk mendapatkan manfaat dari hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara Uni Eropa," jelasnya seperti dilansir New York Times (28/6).

Total aset global keuangan syariah, yang melarang pembayaran bunga dan spekulasi moneter murni, diperkirakan lebih dari $2 triliun dan ditawarkan di seluruh pasar yang mencakup Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara.

"Malta dapat menjadi tempat bagi keuangan syariah untuk menggabungkan dan menemukan teknologi baru dalam operasinya," kata Schembri.

Ia menambahkan, MIFA menjadi badan nasional pertama dan satu-satunya yang dibuat melalui undang-undang dan didukung Pemerintah Malta.

Sekretaris Jenderal MIFA, Sheikh Bilal Khan, mengatakan dengan kejadian British Exit (Brexit), MIFA memiliki kemungkinan yang kuat untuk memposisikan Malta sebagai Pusat Keuangan Islam di Eropa.

“Dengan manfaat dari hak paspor Uni Eropa dan keanggotaan Persemakmuran, Malta dapat juga berfungsi sebagai pintu gerbang ke pasar Persemakmuran di seluruh dunia. Menjadi episentrum setengah miliar penduduk antara Eropa dan Afrika Utara dan pada gilirannya ke Timur Tengah yang lebih luas,” jelasnya.

Sebelumnya, untuk menarik keuangan Islam ke Malta, Bursa Saham Malta meluncurkan indeks ekuitas Islam pada 2016. Regulator keuangan Malta juga mengeluarkan panduan tentang dana investasi Islam pada 2011. Malta negara anggota Uni Eropa pertama yang melakukannya.

Setahun sebelumnya, Malta mengeluarkan 'Catatan panduan untuk dana kompensasi syariah' pada 2010, yang menetapkan bagaimana kerangka hukum dan peraturan keuangan syariah yang akan berlaku di Malta, berdasarkan UU Layanan Investasi di negara itu.*(SN)

 

Penulis: Emha Asror

Editor: A.Rifki