Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok, indochili.com
Ia juga mengatakan, di Indonesia meskipun masyarakatnya beragama tetapi sangat permisif. Masyarakat percaya jika penjual terlihat taat agama, berarti produknya sudah pasti halal. Padahal, belum tentu semua barang yang dijual tersebut halal. Untuk itu diperlukan sertifikasi halal guna memastikan kehalalan suatu produk.

Sharianews.com, Jakarta ~ Produk halal bukan saja hanya sekadar berkualitas, tetapi juga harus aman dikonsumsi. Sebab, kebutuhan halal bukan hanya penting bagi umat Muslim, tetapi juga seluruh umat manusia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dr. Lukmanul Hakim dalam sosialisasi sertifikasi halal yang bertemakan “Prosedur Sertifikasi Halal MUI dan Tantangan Industri Halal di Era Digitalisasi 4.0” di Jakarta, Jumat (1/3).

Ia mengatakan, kebutuhan produk halal berawal dari kasus burger yang tercemar oleh daging kuda di Denmark dan burger tersebut tidak memiliki sertifikat halal. Hal tersebut membuat orang-orang Eropa tertarik dengan produk halal dan berpikir bahwa produk berkualitas belum tentu murni dan aman.

“Mereka memiliki image pengertian quality belum tentu murni, tetapi halal is more than just a quality, halal itu lebih dari sekedar berkualitas,” ujarnya kepada blogger dan youtuber yang mayoritas hadir dalam acara tersebut.

Ia juga mengatakan, di Indonesia meskipun masyarakatnya beragama tetapi sangat permisif. Masyarakat percaya jika penjual terlihat taat agama, berarti produknya sudah pasti halal. Padahal, belum tentu semua barang yang dijual tersebut halal. Untuk itu diperlukan sertifikasi halal guna memastikan kehalalan suatu produk.

Sebelumya Lukman juga mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya Muslim harus menjadi pusat halal. Oleh karena itu, sejak tahun 2012 Indonesia telah mencanangkan pusat halal dunia dengan mendirikan kantor LPOM Global Halal Center sebagai simbol halal.

Ia juga menegaskan, pendirian pusat halal tersebut oleh MUI tersebut tidak memiliki kepentingan politik, melainkan untuk kepentingan umat. Oleh karena itu ia berharap kepada para blogger, yautuber atau vlogger yang tergabung dalam Komunitas Blogger Halal Indonesia dapat berpartisipasi dalam menyosialisasikan pentingnya sertifikasi halal. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo