Minggu, 25 Oktober 2020
09 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Ekbis / Lomba Brand Ekonomi Syariah Berhadiah Rp125 Juta Resmi Diperpanjang
Logo KNEKS
Para peserta yang mengikuti lomba bisa mengumpulkan karyanya maksimal tiga karya per peserta

Sharianews.com, Jakarta - Lomba Brand Ekonomi Syariah yang diadakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Bank Indonesia resmi diperpanjang.

Sebelumnya, pembukaan pendaftaran lomba dibuka sejak 25 Agustus 2020 dan batas pengumpulan karya hingga 27 September 2020, namun batas pengumpulan karya kini diperpanjang hingga 5 Oktober 2020.

“Dikarenakan banyaknya permintaan untuk memperpanjang waktu pengumpulan karya Brand Ekonomi Syariah dan sebagai bentuk appresiasi kami terhadap minat masyarakat serta keinginan berbagai pihak untuk dapat berpartisipasi dalam sayembara Brand Ekonomi Syariah, maka waktu penyerahan karya kami perpanjang sampai dengan 05 Oktober 2020,” demikian pernyataan KNEKS dalam akun Instagramnya.

Dengan diperpanjangnya waktu pengumpulan karya, membuat waktu pengumuman pemenang pun ikut diperpanjang. Dari sebelumnya pengumuman pemenang akan disampaikan pada 16 Oktober 2020, diubah menjadi 26 Oktober 2020.

Lomba Brand Ekonomi Syariah ini memeberikan hadiah mencapai Rp125 juta untuk satu orang pemenang. Para peserta yang mengikuti lomba bisa mengumpulkan karyanya maksimal tiga karya per peserta. 

Dikesempatan berbeda, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif KNEKS Sutan Emir Hidayat menyampaikan brand ekonomi syariah merupakan hal yang penting, mengingat Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Selain itu, potensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk industri halal sangat besar.

“Supaya memaksimalkan potensi ini diperlukan sebuah brand ekonomi syariah yang dapat menyatukan seluruh pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah yang ada di Tanah Air,” tutur Emir.

Oleh karena itu, KNEKS dan BI merasa perlu mengadakan kompetisi Brand Ekonomi Syariah Hasil dari lomba ini diharapkan dapat membantu mencapai visi ekonomi syariah Indonesia.

Alasan lain diadakan lomba ini berkaitan dengan literasi. Berkaca dari data yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) literasi tentang keuangan komersial syariah, jikda dibandingkan dengan konvensional masih jauh tertinggal.

Literasi keuangan syariah naik hanya sedikit di 2019. Dari 8,1 persen di 2018 menjadi 8,93 persen di 2019. Sedangkan keuangan konvensional sudah mencapai 38 persen.

Untuk itulah lomba Brand Ekonomi Syariah ini diadakan. Sebagai cara meningkatkan literasi keuangan syariah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman