Sabtu, 23 Maret 2019
17 Rajab 1440 H
x
FOTO | Dok. ikosindo.or.id
Ijarah maushufah fi dzimmah adalah jual beli pesanan sesuatu (baik berupa barang maupun manfaat) yang diserahkan di waktu yang akan datang sesuai kesepakatan. Seperti apakah contoh transaksinya?

Ijarah adalah jual beli manfaat. Ijarah adalah jual beli yang objek akadnya adalah manfaat. Manfaat ini bisa berupa manfaat barang, bisa berupa manfaat perbuatan. Jual beli manfaat barang disebut dengan sewa menyewa. Jual beli manfaat perbuatan disebut dengan jasa.

Salah satu bentuk dari ijarah adalah ijarah maushufah fi dzimmah. Ijarah maushufah fi dzimmah ini merupakan jenis transaksi yang sudah dirumuskan dalam Kitab Fath al Qarib al Mujib Syarah Kitab Taqrib halaman 30.

Di situ dirumuskan bahwa ada 3 jenis jual beli. Pertama, jual beli barang yang bisa disaksikan, hukumnya boleh. Kedua, jual beli sesuatu (baik berupa barang maupun manfaat) yang spesifik dan penyerahannya dilakukan kemudian (di waktu yang akan datang), hukumnya boleh jika pesanan bisa diserahkan sesuai spesifikasi pesanan. Ketiga, jual beli barang yang tidak bisa dilihat dan tidak bisa disaksikan, hukumnya tidak boleh.

Perhatikan jual beli jenis kedua yakni jual beli sesuatu (baik berupa barang maupun manfaat) yang yang spesifik yang penyerahannya dilakukan kemudian (di waktu yang akan datang). Kitab Fath al Qarib ini menyebutnya dengan akad salam. Skema ini hukumnya halal jika sifat sesuatu yang spesifik itu bisa diwujudkan sesuai pesanan. Berarti, ketika penjual tidak berhasil menyerahkan objek akad sesuai pesanan, hukumnya dilarang (tidak sesuai syariah).

Sederhananya, ijarah maushufah fi dzimmah adalah jual beli pesanan sesuatu (baik berupa barang maupun manfaat) yang diserahkan di waktu yang akan datang sesuai kesepakatan.

Terkait dengan cara bayar, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang berpendapat bahwa pembayaran uang untuk pemesanan sesuatu tersebut bisa diserahkan semuanya di depan kepada pembuat pesanan, atau ada juga yang berpendapat bahwa pembayaran yang pemesanan sesuatu tersebut bisa dibayarkan sebagian di depan dan selebihnya bisa diangsur. Fatwa DSN MUI mengikuti pendapat bahwa pembayaran pada skema akad ijarah maushufah fi dzimmah ini dilakukan di depan.

Penerapan Akad

Contoh mudah skema ijarah maushufah fi dzimmah bisa dilihat pada fitur Go Pay pada Go Jek. Ketika konsumen sudah punya saldo Go Pay, berarti konsumen sudah menyediakan dana untuk penjual. Selanjutnya ketika konsumen pesan barang atau pesan jasa Go Jek, berarti ia sedang melakukan transaksi ijarah maushufah fi dzimmah. Konsumen memesan jasa Go Jek dengan sudah membayar terlebih dulu melalui aplikasi Go Pay.

Contoh lain penerapan ijarah maushufah fi dzimmah ada di lembaga keuangan syariah misalnya untuk KPR Syariah. Akad ini merupakan akad perantara menuju KPR Syariah yang barangnya belum ada (inden) dengan akad-akad berbasis ijarah (jual beli manfaat).

Akad KPR Syariah yang melibatkan jual beli manfaat misalnya sewa berakhir lanjut milik (ijarah muntahiyah bit tamlik), kongsi berkurang dan sewa (musyarakah mutanaqishah).

Ketika ingin menggunakan akad ijarah maushufah fi dzimmah, maka skemanya adalah beli pesan rumah dalam rangka sewa berakhir lanjut milik atau skema beli pesan rumah dalam rangka kongsi berkurang dan sewa.

Demikian uraian tentang definisi dan penerapan skema ijarah maushufah fi dzimmah. Semoga bermanfaat.

Oleh: Ustadz Ahmad Ifham Sholihin