Kamis, 28 Januari 2021
15 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Literasi dan Edukasi Pasar Modal Syariah Terganggu Covid-19
Foto dok. Pexels
Rasio perubahan investor jika diukur, online lebih kecil dari offline.

Sharianews.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 muncul ketika Indonesia sedang giat-giatnya melakukan literasi dan edukasi pasar modal syariah, otomatis kegiatan ini terkena dampaknya. Dari yang biasanya berinteraksi langsung secara fisik atau offline sekarang tidak bisa lagi.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdullah mengatakan kegiatan offline hilang, kegiatan berubah menjadi daring atau online. Kegiatan seminar untuk menjaring investor yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini dilakukan via digital seperti webinar.

Meski webinar jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan seminar tatap muka, namun disisi lain menimbulkan dampak terhadap output dari webinar ke para pesertanya yang menjadi investor. Rasio perubahan investor jika diukur, online lebih kecil dari offline.

“Contoh nyatanya, BEI mengadakan acara seminar atau literasi, datang ke sebuah kampus biasanya dengan peserta 100 orang rata-rata. 30 persen dari 100 persen orang itu menjadi investor. Nah, sekarang tidak sampai 30 persen, paling 15 persen. Jadi rasio konversi dari peserta menjadi investornya berkurang, tetapi jumlah literasinya meningkat,” paparnya.

Sementara itu, Analis Kebijakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Bazari Azhar Azizi menambahkan pasar modal syariah di Indonesia memiliki tantangan dipendalaman pasar dan institusi.

“Artinya di era new normal pelaku pasar modal sudah beradaptasi digitalisasi produk-produknya memang sudah cukup banyak yang melakukan tapi ada beberapa adaptasi digital masih tertinggal dari yang lain,” ujar Bazari

Menurutnya, berbicara digitalisasi tidak terbatas jarak artinya ini bisa menjadi tantangan dan peluang sendiri ketika misalnya adaptasi digital sudah baik, maka pelaku industri pasar modal ini dapat menjangkau ke daerah-daerah yang mungkin dari segi akses sulit. Sehingga bukan hanya di perkotaan saja banyak produk-produk pasar modal ini bisa terjamah di pelosok-pelosok tanah air dengan digitalisasi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman