Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
-
Industri kosmetik naik dua digit tahun ini. Produk kosmetik halal juga makin digemari. Berikut lima di antaranya.

Industri kosmetik naik dua digit tahun ini. Produk kosmetik halal juga makin digemari. Berikut lima di antaranya.

Sharianews.com. Jakarta – Bagi banyak perempuan, kosmetik adalah kebutuhan primer untuk mempercantik diri. Termasuk bagi perempuan muslimah di Indonesia.

Sekarang ini banyak beredar kosmetik yang tak aman digunakan dan palsu. Perempuan muslimah perlu tetap waspada dalam memilih produk kosmetik. Tak semua produk kosmetik halal dan aman untuk digunakan.

Dalam laman halalmui.org, terdapat 41 perusahaan dengan 2115 produk yang telah bersertifikat halal. Masa berlaku sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini dua tahun.

Dengan memakai produk kosmetik halal, tentu kita akan lebih merasa nyaman dan tidak perlu khawatir lagi akan kandungan bahan-bahan berbahaya yang tak sesuai syariah di dalamnya. Di antara produk kosmetik halal bahkan juga menggunakan bahan-bahan organik.

Dari ribuan produk, Sharianews.com merangkum lima produk kosmetik bersertifikat halal dari MUI yang aman digunakan bagi muslimah. Selain memiliki sertifikat halal dari MUI, lima produk ini juga mendapatkan lisensi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Wardah Cosmetics  

Sejak kemunculannya, Wardah mengusung dan mendaulat diri sebagai produk halal. Perusahaan yang didirikan Nurhayati Subakat ini terus mengembangkan produk kecantikannya sesuai dengan tren saat ini.

Merek yang menjadi satu-satunya official makeup partner dalam acara Dubai Modest Fashion 2018 ini mengeluarkan bermacam-macam produk. Mulai dari lipstik, foundation, krim untuk kulit dan wajah, celak (eyeliner), perona mata (eyeshadow), pensil alis, maskara hingga produk untuk perawatan kulit, tubuh, dan rambut (skin care, body care, hair care) yang harganya terjangkau.

Zoya Cosmetics  

Sebelum terjun ke dunia kosmetik, Zoya terkenal sebagai merek fashion. Zoya mengeluarkan beberapa produk kosmetik dengan harga yang sangat terjangkau. Mulai Rp 15 ribu hingga Rp 130 ribu.

Kandungan kosmetik Zoya berbahan dasar alami dan terjaga dari unsur-unsur kimia berbahaya. Di antara produknya adalah foundation, bedak, perona mata, celak, maskara, lipstik, produk perawatan tubuh, pemutih wajah, perona pipi (blush on), pensil alis, dan parfum (body mist).

Untuk menghindari produk palsu, Zoya menyediakan layanan belanja daring (online) di www.Zoyacosmetics.com.  

Mazaya Cosmetics 

Mazaya merupakan salah satu merek lokal yang terjangkau namun aman dan halal kandungannya, dengan menggunakan pewarna alami. Di antara produknya, foundation, cat kuku, krim bibir, krim pelembab dan pemutih wajah, parfum (body cologne), dan produk untuk perawatan kulit, wajah, dan tubuh.

Tiap pembelian produk dari perusahaan yang di bawah naungan PT. Pesona Amaranthine Cosmetiques ini akan disumbangkan Rp 2000 untuk kaum dhuafa yang dikelola Yayasan Immortal.  

Amaranthine Cosmetics 

Di bawah perusahaan yang sama dengan Mazaya, Amaranthine mengeluarkan produk yang berbeda. Di antaranya, bedak (baked face powder), lipstik, mineral foundation, foundation waterproof,  dan produk perawatan kulit seperti krim anti jerawat (anti acne series) dan krim anti penuaan dini (anti aging).

Amaranthine menyediakan layanan belanja online melalui situs www.amaranthineshop.co.id.

Zam Cosmetics  

Merek ini besutan selebritis Indonesia, Zaskia Adya Mecca. Bersama keempat adik perempuannya, Zaskia memulai bisnis krim pemerah bibir (lip cream) pada 2016 lalu.

Dengan varian warna, krim pemerah bibir ini dibandrol seharga Rp 250.000. Krim ini terjamin halal dan aman dalam bahan baku pembuatannya. Produk ini bisa dipesan secara online di situs www.zamcosmetic.com.

Tumbuh Dua Digit

Menurut data Kementerian Perindustrian pada triwulan pertama 2018, pertumbuhan industri kosmetik nasional meningkat 20 persen atau empat kali lipat dari tahun 2017.

Pertumbuhan dua digit ini didorong permintaan pasar domestik dan ekspor yang besar, seiring tren perawatan tubuh yang kian membesar.

Industri kosmetik dalam negeri juga bertambah sebanyak 153 perusahaan pada 2017. Saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 760 perusahaan. Sebanyak 95 persen industri kosmetik nasional merupakan sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Melihat besarnya potensi industri kosmetik, Kementerian Perindustrian menempatkan industri kosmetik sebagai sektor andalan, seperti tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035. (*)

 

Reporter: Agustina Permatasari. Editor. A.Rifki.