Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ekbis / Lewat Halal Lifestyle Conference, BI Cari Rumusan Road Map Industri Halal
Keinginan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia menjadi latarbelakang mengapa road map industri halal tersebut harus dibuat.

Sharianews.com, Jakarta. Pemerintah terus berupaya menggenjot industri halal. Salah satu upaya yang sedang dilakukan pemerintah adalah dengan membuat peta jalan (road map) ekonomi syariah dengan fokus utama kepada industri halal.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keungan Syariah Bank Indonesia, Anwar Bashori mengatakan apa yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo tentang keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia, menjadi latar belakang mengapa road map tersebut harus dibuat.

Menurut Anwar Bashori untuk membuat road map atau peta jalan pengembangan ekonomi syariah memang memerlukan proses yang panjang. Melalui serangkaian pengamatan, diskusi akadmis, dan penelitian kondisi riil di lapangan.

Dari sana, kondisi dan ekosistem industri halal di Indonesia dapat dilihat, dan seperti negara-negara lain, khususnya Dubai misalnya, kemudian membuat road map sebagai pijakan pengembangan ekonomi syariah secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Karenanya, saat ini pekerjaan rumahnya adalah bagaimana anggota Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) seperti Bank Indonesia (BI) menjalankan tugas sebagaimana porsinya untuk menuangkan gagasan dan ide-ide dalam menuangkannya ke dalam road map.

“Karena itu, secara rutin kami di BI meng-input, salah satunya terkait dengan upaya maping terhadap potensi dan peluang pengembangan industri syariah di Indonesia,”ujar Anwar, di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Cakupan road map industri halal

Di dalam road map tersebut antara lain dituangkan hal-hal paling mendasar dan segala cakupan dari indsustri halal, termasuk terkait dengan apa kreterianya, bagaimana kebutuhan masyarakatnya, bagaiamana industri halal dapat dikembangkan. Juga terkait dengan program edukasi, baik kepada para pelaku usaha, masyarakat, pengambil kebijakan, dan semua stokeholder yang terkait degan industri halal.

Dalam rangka menggali potensi dan rumusan terbaik, terkait road map ekonomi syariah, BI menggelar Halal Lifestyle Confence and Busniss Forum 2018, pada 3-4 Oktober di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Di dalamnya akan banyak dibahas berbagai sektor industri halal. “Ada sektor makanan dan minuman, fashion, farmasi, wisata halal, dan banyak topik lainnya,”kata Anwar.

Akan hadir dalam forum tersebut para regulator, pelakunya bisnis, dan para stokeholder lainnya, sehingga mereka dapat saling seharing dan berbagi serta mendapatkan pengalaman dari para praktisi di bidang bisnis halal.

Para pakar yang dihadirkan dapat mengajari atau learning bagaimana membangun, membuat, menerapkan, atau bagaimana menyusun road map pengembangan industri halal di Indonesia.

Harapannya dari forum tersebut, nantinya dapat melihat beragam sektor-sektor industri halal dalam membangun chain, bagaimana mengelola harga, dan lainnya. Sementara dari sisi pemerintahan dan regulator, juga akan bersama-sama dengan dunia industri merumuskan bagaimana sebaiknya road map  industri halal Indonesia disusun sesuai dengan porsinya.

Lebih lanjut Anwar Bashori mengatakan, mengapa  forum ini penting, karena  BI ingin menjalankan peran dan fungsi sebagai anggota KNKS, menggali potensi dan peluang, serta persyaratan apa yang diperlukan dalam penyusunan road map industri halal, sehingga nantinya bisa menjadi acuan secara menyeluruh dan berkesimanbungan dalam pengembangan industri syariah di Indonesia.

Karena bagaimana pun menurutnya, “Muaranya adalah bagaimana membantu stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga current account defisit berjalan bisa ikut membaik,” jelasnya seraya menjelaskan bahwa road map industri halal diperlukan untuk melengkapi road map pengembangan keuangan syariah yang sudah mulai berjalan.

“Jadi kini saatnya mulai bergesar, setelah keuangan syariah yang sudah memiliki road map sendiri, maka tibalah saatnya untuk berbicara di sektor riilnya, sehingga selain industri keuangan syariah, industri  halalnya juga harus berjalan,”jelas Anwar.

Penyusunan road map industri halal direncanakan selesai pada akhir tahun 2018 sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Melalui forum tersebut, “Sejarinya tugas kami di BI sebenarnya adalah membuatkan panggung untuk mereka, dan sekaligus bisa ikut mengamati bagaimana hasilnya, sehingga menjadi bahan masukan untuk membuat program atau  road map industri halal di Indonesia tersebut,”katanya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil