Sabtu, 23 Januari 2021
10 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Ziswaf / Lelang Wakaf Catat Komitmen Rp30,32 Miliar
Untuk lebih mengoptimalkan wakaf di Indonesia, terdapat lima langkah yang perlu diambil.

Sharianews.com, Jakarta - Lelang wakaf mencatat komitmen penyaluran wakaf produktif sebesar Rp30,32 Miliar. Konsep Wakaf Produktif adalah pengelolaan wakaf dengan menggabungkan aset wakaf tidak bergerak (seperti tanah dan bangunan) dengan penghimpunan wakaf uang agar wakaf harta tidak bergerak dapat memberikan manfaat kepada mauquf ‘alaih.

Pelaksanaan lelang wakaf yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Oktober 2020 ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi Bank Indonesia (BI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga-lembaga Nazir Indonesia yang tergabung dalam Forum Wakaf Produktif untuk lebih memberikan pemahaman mengenai wakaf khususnya wakaf produktif, serta mendorong partisipasi publik dalam berwakaf untuk mendukung pembangunan ekonomi.

Penandatangan komitmen wakaf tersebut dilakukan dalam High Level Seminar on Waqf “Akselerasi Gerakan Wakaf Menuju Indonesia Maju”, Kamis (08/10) secara virtual. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pekan wakaf dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Virtual 2020, dan akan mencapai puncaknya pada 27 - 31 Oktober 2020.

Deputi Gubernur BI Sugeng menyampaikan bahwa untuk lebih mengoptimalkan wakaf di Indonesia, terdapat lima langkah yang perlu diambil.

Pertama, perlunya perubahan mindset dan peningkatan literasi. Misalnya, pemahaman bahwa wakaf tidak hanya tanah dengan peruntukan yang terbatas, namun dapat bermacam-macam bentuk termasuk tunai.

Kedua, inovasi produk wakaf menjadi social-commercial financing. Pada maret 2020, BI, Kementerian Keuangan dan BWI telah meluncurkan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang merupakan instrument penempatan dana pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Ketiiga, penguatan ekosistem rantai nilai halal (halal value chain) sebagai objek wakaf produktif dan kredibel, antara lain melalui pesantren dan UMKM syariah.

"Keempat, transparansi dalam keseluruhan proses wakaf mulai dari penyaluran dari wakif kepada nazhir, sampai dengan penggunaannya untuk sektor produktif," jelasnya.

Kelima, digitalisasi dalam mekanisme penyaluran wakaf, baik untuk tujuan sosial maupun integrasi social-commercial dalam CWLS, antara lain melalui pemanfaatan QRIS (QR Code Indonesian Standard) dalam penyaluran wakaf.

Rep. Aldiansyah Nurrahman