Sabtu, 23 Maret 2019
17 Rajab 1440 H
x
FOTO | Dok. slideshare
Sukuk yang dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) guna memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2018

Sharianews.com, Jakarta ~ Pemerintah berhasil melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk syariah dengan total penawaran Rp17,81 triliun, dan berhasil memenangkan Rp8,6 triliun pada Senin (8/1).

Pengumuman dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan pemerintah melelang lima seri sukuk, yaitu seri SPNS09072019 (new issuance, 6 bulan), PBS014 (reopening, 2 tahun), PBS019 (reopening, 4 tahun), PBS021 (reopening, 7 tahun) dan PBS022 (new issuance, 15 tahun).

“Sukuk yang dilelang adalah seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) guna memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2018,” ujar pengumuman tersebut.

Seri yang paling diminati masih fokus pada tenor-tenor pendek. Seri SPNS09072019 yang jatuh tempo pada 9 Juli 2019 mendapatkan penawaran terbanyak dari para investor dengan jumlah Rp8,2 triliun, jumlah yang dimenangkan sebesar Rp 2 triliun. Yield rata-rata tertimbang seri ini sebesar 6,74 persen dan tingkat imbalan seri ini secara diskonto.

Kemudian PBS019 Rp5,08 triliun, dan PBS014 Rp3,74 triliun. Sementara itu, PBS021 hanya mendulang Rp461,5 miliar dan PBS022 hanya Rp326 miliar.

“Rendahnya minat atas seri baru yang ditawarkan yakni PBS002, menyebabkan pemerintah membatalkan seri ini dengan tidak menyerap seluruh penawaran yang masuk,” ujar pengumuman tersebut.

Lelang SBSN dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN yang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam.

Pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui Peserta Lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

“Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan,”

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: nazarudin