Selasa, 2 Maret 2021
19 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Lelang Sukuk Negara Akhir Februari Ditargetkan Raup Rp12 Triliun
Foto dok. Pexels
Pemerintah menawarkan enam seri sukuk

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah berencana melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara, Selasa (23/02).

Sukuk merupakan salah satu produk keuangan alternatif pilihan investor dalam berinvestasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Sukuk juga memiliki risiko yang relatif rendah dengan prinsip-prinsip syariah.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) akan dilaksanakan pada dua hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).

Dalam lelang yang akan diadakan itu, pemerintah menargetkan pencapaian indikatif Rp12 triliun. Pemerintah menawarkan enam seri sukuk. SBSN yang dilelang adalah Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) dan Project Based Sukuk (PBS) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020.

“Terdapat enam seri SBSN yang dilelang yakni satu SPNS dan lima PBS. SPNS tersebut adalah SPNS10082021. Sementara lima PBS adalah PBS027, PBS017, PBS029, PBS004 dan PBS028,” jelas DJPPR Kemenkeu.

Seri SPNS10082021 memiliki tingkat imbalan secara diskonto. Tanggal jatuh tempo pada 10 Agustus 2021. PBS027 menawarkan tingkat imbalan 6,5 persen dengan jatuh tempo 15 Mei 2023.

Sedangkan, seri PBS017 jatuh tempo dijadwalkan pada 15 Oktober 2025 dengan tingkat imbalan 6,125 persen. Sementara itu, Seri PBS029 jatuh tempo dijadwalkan pada 15 Maret 2034dengan tingkat imbalan 6,375 persen.

Seri PBS004 jatuh tempo dijadwalkan pada 15 Februari 2037 dengan tingkat imbalan 6,10 persen. Terakhir, PBS028 jatuh tempo dijadwalkan pada 15 Oktober 2046 dengan tingkat imbalan 7,75 persen.

Underlying Asset-nya berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2020 dan Barang Milik Negara. Sedangkan underlying asset untuk penerbitan seri SPNS menggunakan Barang Milik Negara yang telah mendapatkan persetujuan DPR RI dan telah memenuhi persyaratan seperti diatur dalam Pasal 2 ayat 4 Peraturan Menteri Keuangan nomor 56/PMK.08/2012 tentang Pengelolaan Aset Surat Berharga Syariah Negara yang Berasal dari Barang Milik Negara.

Sementara itu, underlying asset untuk penerbitan seri PBS menggunakan proyek/kegiatan dalam APBN tahun 2020 yang telah mendapat persetujuan DPR RI melalui UU Nomor 12 Tahun 2019 tentang APBN Tahun Anggaran 2020 dan sebagian berupa Barang Milik Negara.

Peserta lelang terdiri dari 17 bank dan empat perusahaan efek. Untuk Bank, antara lain PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga, Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT Bank Negara Indonesia Syariah, PT Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT Bank BNP Paribas Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRI Syariah

Beberapa perusahaan Efek yang mengikuti lelang adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT Bahana Securities.

Rep. Aldiansyah Nurrahman