Rabu, 20 Januari 2021
07 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Keuangan / Lelang SBSN Tambahan Menangkan Rp4,70 Triliun
Foto dok. Pexels
Total penawaran masuk sebesar Rp4,92 triliun.

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menggelar lelang surat berharga syariah negara (SBSN) tambahan (greenshoe option) atau sukuk negara pada Rabu (13/01), dengan total penawaran masuk sebesar Rp4,92 triliun.

Berdasarkan keterangan DJPPR, total nominal yang dimenangkan dari seri yang ditawarkan pada lelang pertama di 2021 tersebut adalah Rp4,7 triliun.

Seri SBSN yang dilelang ini adalah seri Project Based Sukuk (PBS). “Pemerintah melaksanakan lelang SBSN pada tanggal 13 Januari 2021 untuk seri PBS027, PBS017, PBS029, PBS004 dan PBS028 melalui sistem lelang Bank Indonesia,” jelas DJPPR Kementerian Keuangan.

Seri PBS027 menawarkan tingkat imbalan 6,5 persen dengan jatuh tempo 15 Mei 2023. Seri PBS017 jatuh tempo 15 Oktober 2025 dengan tingkat imbalan 6,125 persen.

Seri PBS029 jatuh tempo 15 Maret 2034 dengan tingkat imbalan 6,375 persen. Sementara itu, seri PBS004 jatuh tempo dijadwalkan pada 15 Februari 2037 dengan tingkat imbalan 6,10 persen. Terakhir, PBS028 tidak dijelaskan berapa tingkat imbalan yang ditawarkan 7,75 persen dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2046.

Rincian jumlah penawaran yang masuk dan jumlah nominal dimenangkan keenam seri antara lain, untuk PBS027 tidak ada penawar sama sekali. PBS017 penawaran yang masuk Rp25 miliar dan nominal yang dimenangkan juga sebesar Rp25 miliar

Sementara untuk seri PBS029, PBS007, dan PBS028 penawaran yang masuk Rp1,32 triliun, Rp1,44 triliun, dan Rp2,13 triliun. Rincian nominal yang dimenangkan sama dengan penawaran Rp1,32 triliun, Rp1,22 triliun, dan Rp2,13 triliun

Sebagai informasi, sukuk merupakan investasi sesuai syariah yang aman dan menawarkan return menarik. Sukuk dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Rep. Aldiansyah Nurrahman