Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / LAZ YPI Al-Azhar Targetkan Himpun 15 Ribu Hewan Kurban
Foto: Dok. LAZ YPI Al-Azhar
Selain menghimpun dana kurban, LAZ YPI Al-Azhar juga bekerjasama dengan peternak binaan untuk penyediaan hewan kurban. Keuntungannya dimanfaatkan tak hanya bagi peternak, tapi juga pemberdayaan masyarakat di desa binaan.  

Selain menghimpun dana kurban, LAZ YPI Al-Azhar juga bekerjasama dengan peternak binaan untuk penyediaan hewan kurban. Keuntungannya dimanfaatkan tak hanya bagi peternak, tapi juga pemberdayaan masyarakat di desa binaan.  

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Azhar menargetkan pada Hari Raya Idul Adha 1439 H kali ini dapat menghimpun sebanyak 15 ribu hewan kurban. Target ini meningkat dibanding tahun 2017 sebanyak 10 ribuan ekor.  

Kepala Divisi Fundrising, Komunikasi, dan Kemitraan LAZ YPI Al-Azhar, Anggriansyah mengatakan, hewan kurban itu akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. Sasaran penerima manfaatnya mencapai 637.500 orang.

“Sasaran distribusi utamanya ke sekolah-sekolah dan kaum dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia. Meliputi kambing sekitar 60 persen, domba sejumlah 30 persen, dan sisanya sapi sebesar 10 persen,” ujarnya kepada Sharianews.com.

Tahun ini, kata Anggriansyah, LAZ YPI Al-Azhar mengangkat tema ‘Kurban Mubarok.’ Selain bermakna berkah dan membawa kebaikan, ‘Mubarok’ juga singkatan dari "mudah dan barokah."

“Kami memudahkan mereka yang ingin berkurban. Mulai dari proses pemotongan sampai distribusinya. Bisa dipotong langsung pihak panitia di Al-Azhar atau diantar ke lokasi yang diinginkan ke seluruh wilayah di Indonesia. Semua ini tanpa ada biaya jasa pemotongan atau pengiriman,” paparnya.

Peternak Binaan

Dana yang disalurkan oleh mereka yang ingin berkurban melalui LAZ YPI Al-Azhar, tambahnya, akan langsung dibelikan hewan dari peternak binaan yang tersebar di 35 desa dengan 11 provinsi di Indonesia. Di antaranya, Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa daerah lainnya.

“Kami punya program pemberdayaan peternak melalui dana zakat. Setiap Idul Adha kami bekerjasama dengan mereka untuk penyediaan hewan kurban. Para peternak binaan kami tersebar di desa-desa,” imbuhnya.

Anggriansyah menambahkan, besaran harga hewan kurban yang dijual melalui pihaknya bervariasi. Kambing atau domba tipe ‘D’ dengan bobot 25 sampai 27 kg dijual seharga Rp 2.439.000. Untuk tipe ‘C’ dengan bobot mulai dari 28 hingga 30 kg dengan jenis yang sama harganya sebesar Rp 2.939.000.

Harga kambing atau domba untuk tipe ‘B’ dengan bobot 31 sampai 35 kg dijual Rp 3.139.000. Tipe ‘A’ dengan bobot mulai dari 36 hingga 40 kg ditarif Rp 3.349.000.

Harga sapi yang dijual melalui lembaga ini juga bermacam-macam. Mulai dengan berat 200 sampai 250 kg atau sapi tipe ‘C’ dijual seharga Rp 17.039.000. Tipe ‘B’ dengan berat 251 hingga 300 kg seharga Rp 19.439.000. Dengan bobot dari 301 sampai 325 kg atau tipe ‘A’ biayanya mencapai Rp 21.499.000.

Perputaran Manfaat  

Menurut Anggriansyah, keuntungan penjualan hewan kuban lewat pihaknya akan dibagi dua. Setelah dikurangi harga awal bibit hewan ternak, keuntungan yang didapat peternak desa sejumlah 70 persen. Sisanya, 30 persen digunakan kembali LAZ YPI Al-Azhar untuk pemberdayaan masyarakat.

Persentase bagi hasil yang didapat peternak ini akan digunakan untuk pemberdayaan ternak yang didampingi oleh Kelompok Usaha Bersama dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sejuta Berdaya LAZ YPI Al-Azhar. Manfaatnya, selain untuk peternak itu sendiri, juga menyebar ke masyarakat binaan lainnya.

Adapun hasil keuntungan yang diperoleh LAZ YPI Al-Azhar juga akan digunakan untuk dana sosial dan pengembangan program melalui pendampingan dari KSM Sejuta Berdaya dengan persentase sebesar 20 persen. Sisanya, 10 persen, akan dimanfaatkan kembali untuk pembelian bibit baru dan dana pokok.

“Manfaat lainnya untuk masyarakat desa, di antaranya, margin jual peternak bisa optimal karena harga jual yang terbaik untuk menambah tabungan keluarga dan tabungan pendidikan hingga sarjana,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Emha Asror. Editor: A.Rifki