Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / LAZ YPI Al Azhar : Distribusi Logistik untuk Korban Gempa Lombok Masih Alami Kesulitan
-
Jauhnya lokasi yang harus dijangkau, kondisi infrastruktur seperti jalan yang mengalami kerusakan cukup parah hingga 40 persen menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi.

Jauhnya lokasi yang harus dijangkau, kondisi infrastruktur seperti jalan yang mengalami kerusakan cukup parah hingga 40 persen menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi.

Sharianews.com, Jakarta. Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan LAZ YPI Al-Azhar, Rahmatullah Sidik mengatakan adanya sejumlah kendala dalam pendistribusian bantuan untuk warga korban gempa di Lombok. Pihaknya mengalami kesulitan menjangkau warga yang yang tinggal di daerah pegunungan dan perbukitan.

“Khususnya di wilayah Lombok Utara. Di sana, masyarakatnya banyak yang tinggal di daerah dataran tinggi. Nah, hal ini yang paling besar jadi kendala kami,”urainya. 

Selain kendala jauhnya lokasi yang harus dijangkau, kesulitan lainnya adalah kondisi infrastruktur seperti jalan yang masih sulit dilewati, karena mengalami kerusakan cukup parah hingga 40 persen setelah kejadian gempa.

Itu mengapa, pengiriman perbekalan sering tersendat, karena membutuhkan waktu lama untuk sampai tujuan. “Karena proses distribusinya lama, butuh tiga sampai empat hari untuk sampai di lokasi, banyak warga korban terdampak, kehabisan pasokan makanan,”imbuhnya.

Meski begitu, ujar Rahmatullah, hal tersebut tidak sampai membuat warga korban terdampak  melakukan penjarahan atau pencurian ke toko-toko dan semacamnya. Sebab, penduduk Lombok cukup relijius. Tidak mungkin mereka melakukan seperti itu,”terangnya.

Masih memerlukan bantuan

Rahmatullah menuturkan, hingga saat ini korban terdampak gempa masih banyak membutuhkan banyak bantuan seperti, matras dan tenda untuk keperluan darurat maupun logistik untuk percepatan pembangunan rumah layak huni tahan gempa.

Hingga saat ini, masyarakat terdampak gempa masih tidur beralaskan tanah, kekurangan stok bahan makanan dan minuman, serta kebutuhan dasar lain. “Kami masih membutuhkan bantuan generator set (genset) untuk mengalirkan listrik. Juga jet pump untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih,”paparnya kepada sharianews.com.

Program perbaikan ekonomi 

LAZ YPI Al-Azhar, selain memberikan bantuan tanggap darurat, juga merancang program perbaikan ekonomi secara berkelanjutan, sebagai solusi mengatasi dampak ekonomi warga terdampak.  

Untuk itu, pihaknya berupaya memberikan aset modal berupa  uang agar warga yang memiliki usaha bisa kembali menjalankan usahanya, sehingga bisa memulihkan kondisi keuangan kelurga seperti sebelumnya.

“Karenanya program recovery ekonomi ini kami dilakukan secepat-cepatnya. Meski tentu pemulihan dampak ekonomi ini tergantung banyak hal. Itu mengapa pemberian modal usaha dilakukan secara selektif, dan bukan sekadar memberikan penyaluran, tetapi juga melakukan pendampingan agar upaya pemberdayaan secara berkelanjutan dapat lebih optimal,”paparnya. ((*) 

 

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil